Selasa, 29 Mei 2012

My Sanse : ...........(2)

Disini, mereka menyebutnya saneviera belut............

CINTA TITANIC

Delapan Juni

52:52 menit terungkap sudah cerita
masa merubah waktu dan umur
muda menghadapi hidup yang tak pasti
suka menyisakan sesak didada yang tak sampai selama 23 tahun lalu
lega sudah terungkap
tua mandiri dan bertanggung jawab
disini aku melangkah dengan jalan yang aku pilih



 Aku jatuh padamu
aku mengharap sementara kau tak memberi 
aku menunggu dibatas kota
melangkah
dan dipilih

Hari ini aku
lega bebas lepas
kabarmu dan suaramu menghampiri
setidaknya engkau tahu
merasa
apa yang ada dalam hatiku




Ada apa dengan aku
yang membuatku tersenyum
dan bersenandung bernyanyi riang
anganku
kembali ke masa-masa lalu
lama sudam terpendam
engkaupun tahu dan merasa sama

ku harap engkau mengerti aku masih berpijak di bumi ini

Selasa, 22 Mei 2012

My Sanseviera : .................



berdaun lunak berwarna kuning dan hijau.............

10 Langkah Menjadi Kaya !!!


Langkah untuk menjadi kaya adalah

1. Miliki keinginan serius untuk menjadi kaya yaitu dengaan cara wajar dan jujur benar-benar memiliki uang namun bebas hutang atau hutang dapat dikendalikan sepenuhnya. Karena kaya dengan cara hutang bukanlah aib, tetapi justru dapat memberikan  kebeasan finasial dengan langkah-langkah terobosan untuk melunasinya.
Usahakan hutang ini dapat berupa asset/harta, misalnya rumah karena nilai jualnya akan terus bertambah dan bukan yang bersifat konsumtif habis isalnya kendaraan yang nilai jualnya akan semakin menurun.

2.  Menekan konsumsi dan kalau memungkinkan membuat konsumsi sama dengan nol atau mengurangi jumlah uang untuk pengeluaran konsumsi sehari-hari.

3. Miliki pekerjaan yang halal menurut agama atau kenyakinan anda dengan hassil pendapatan  yang harus disyukuri dan bertahan untuk jangka panjang karena apa yang sulit didapat maka akan sayang kita untuk menghambur-hamburkannya.

4. Pastikan setiap bulan pendapatan lebih besar dari konsumsi sehingga didapatkan sisa pendapatkan yang dapat ditabungkan, baik bentuk tabungan dibank atau barang yang nilainya terus naik (misalnya emas)

5. Mulailah jadi penyimpan atau penabung. Simpankan/Tabungkan uang anda pada tempat yang terpecaya dan disarankan pada bank pemerintah.

6. Ulangi langkah ke tiga, keempat dan ke lima diatas. Usahakan tabungan anda sudah mencukup selama gaji anda selama enam bulan.

7. Bagi hasil tabungan pada poin 6 menjadi dua bagian, dimana setengahnya tetap ditabung dan setengahnya di investasikan secara hati-hati dan harus diawasi secara cermat.

8. Lakukan semua langkah diatas secara berulang-ulang dan terus menerus. Pada langkah ketujuh jika ternyata hasil investasi hasilnya negatif atau dilihat akan merugi maka cepat berhenti.


9. Jika hasil langkah kelima sampai kedelapan dan menyebarkan semangat sebagai investor yang baik, dan jangan meletakan semuanya dalam satu usaha investasi. Hal ini supaya jika satu investasi anda rugi maka investasi lainya masih dapat menutupinya dan jika investasi anda merugi satu maka masih ada investasi lainnya yang masih dapat diharapkan.

10. Tetap konsisten dan jangan berhenti melangkah melangkah usaha diatas dan yang penting : usaha tampa berdoa tidak akan afdol dan ingatlah investasi bukan hanya di dunia saja tetapi perlu juga investasi di akhirat juga, karena kita akan akhirnya akan kembali juga ke pencipta kita.



Disadur dari  tulisan Steve Asikin, PhD

Senin, 21 Mei 2012

Sanseviera Langka 30 Jutaan : Bolpho Pyllom (Syaichul Anam, Sidiarjo)



Sanseviera atau biasa disebut lidah mertua ini bagi penggemar tanaman hias masih diminati. Wajar, karena bentuknya yang sensual dan khas. Belum lagi khasiatnya yang baik untuk kese hatan, yaitu sebagai penyerap antioksidan.
Sebagai tanaman gurun, sansevieria memiliki bentuk yang terbilang miniÂmalis. Tanpa banyak variasi, tanpa batang, dengan daun berstruktur keras. Karena bentuk yang tak biasa inilah, hati kolektor biasanya mulai kesengsem dengan tanaman yang sering digunakan anak kecil untuk mainan 'pedang-pedangan' ini.

Bentuknya yang unik, serta khasiatnya yang baik untuk menyerap radikal bebas. sanseÂvieria juga dikenal memiliki serat yang kuat. Beberapa negara sudah mengembangkan industri tekstilnya dengan berbahan dasar tanaman ini.
Selain sebagai bahan dasar produk tekstil, di Amerika, sansevieria akrab dengan tentara. Serat sansevieria yang kuat sering dimanfaatkan oleh tentara untuk menarik tank yang terjebak di lautan pasir. 
Menurut literatur yang pemah saya baca, tanaman ini sering dirangkai dan menjadi tali. Rangkaian sansevieria ini konon sangat kuat, bahkan bila dibandingkan dengan tali tambang sekalipun, kata Syaichul Anam, Kolektor yang juga pemilik Gallery Black Gold Sansevieria Collection di Sidoarjo, Jatim. 
Sebagai distributor sekaligus kolektor tanaaman hias, Syaichul juga memiliki jenis sanÂsevieria andalan. Sansevieria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis ini adalah salah satu jenis sansevieria silinÂdris langka yang biasa hidup di gurun pasir. 

la mendapatkan sansevieria langka ini dari teman sesama kolektor sekitar tahun 2006 lalu. Begitu melihatnya, Syaichul langsung tertarik dengan tanaman ini. Meski tak mau menyebut berapa harga yang dikeluarkan pada saat itu, pria kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1963, ini mengaku kagum dengan tanaman ini, karena bentuknya yang sudah bercabang tiga. Tak sia-sia, salah satu koleksi sansevieria langka yang kini berusia 10 tahun ini pun pernah juga dikagumi oleh kolektor yang lain. 
Pada setiap pameran saya selalu membawa tanaman ini. Dan sesekali orang bertanya untuk dapat membeÂlinya. Sampai sekarang, nilai yang perÂnah diajukan pernah mencapai sekitar Rp 30 juta, terang Syaichul.
 Mengingat langka dan keunikan Bolpho Pyllom miliknya, Syaichul pun berusaha untuk memperbanyak dan membudiÂdayakan koleksinya ini. Berbagai cara pun ia lakukan demi mendapat bibit tanaman ini.

My Sanseviera : Gild Edge

 
Gild Edge Sebuah kekompakan daun yang membentuk tatanan keindahan dari sebuah daun. Bisa diibaratkan apabila dalam masyarakat tatanan kehidupan bisa tertata maka kehidupan akan indah juga. Sama seperti sanse jenis ini "Gild Edge" lis-nya berkelir warna croos banding terlihat jelas.

My Sanseviera : Burdetti


My Sanseviera : Hanni's_Monlight



My Sanseviera : Hanni's blue dongker




Belum tahu namanya, jadi diberi nama sementara hanni blue dongker................

My Sanseviera : Japanesse




beberapa teman komunitas menyebutnya sansevieria roxburghiana 'Roxette

My Sanseviera : trifasciata/black parva/parva stick


 

sansevieria trifasciata di indonesia ada yang menyebutnya black parva, atau parva stick panjangnya bisa mencapai 2 m, dengan warna hijau tua kehitaman 70% dari barah ke atas berbentuk silinder dengan parit lebar dan sisanya berbentuk pipih

 

My Sanseviera : Hanni_yellow



My Sanseviera : Moonlight


My Sanseviera : Tiger


My Sanseviera : midnight star


Jumat, 18 Mei 2012

My Sanseviera : Green Arrow





Trifasciata berbentuk daun lanset pendek tidak lebih dari 50cm ini, sosoknya memang seperti ujung anak panah atau lebih tepatnya mata tombak. Teksture daun halus berwarna hijau gelap dengan cross banding warna soft green keperakan Sinar matahari pagi yang langsung menerpanya menjadikan warna dark green-nya makin pekat.

Hasil diskusi dan pengamatan komunitas, trifas ini memiliki sifat alami bawaan menghargai angka 9. Angka 9 bagi "green arrow" adalah angka batas maksimal tumbuh daun pada satu batang. Selanjutnya ketimbang memunculkan daunnya yang ke-10, trifas ini lebih cenderung menghasilkan lebih dari satu anakan lewat rizhoma-nya. 

My Sanseviera : Masoniana Hybrid



To : Ernita S, thanks for this samll sanseviera .............

Kalau masoniana congo atau masoniana giant dari yang ukuran mini sampai tinggi daun mencapai 150cm dengan lebar 45cm sudah lihat punya saya pada tulisan sebelumnya, pasti udah nggak asing lagi dan mudah kita temui jika buka situs di google karena masoniana adalah sepertinya adalah wajib bagi penggemar sanseviera


setelah di cari-cari di berbagai situs, ternyata ada yang menamankannya masoniana hybrid. Sanse ini diindikasikan hasil silangan bunga masoniana congo dengan bunga sanse lain................

My Sanseviera : Trifasciata Mutasi

Trifasciata Mutasi
Thanks for Mr Hari Sumarno, Thanks, for this sanseviera.....................

Sanseviera saya ini jenis trifasciata, 
Didapatkan pada seorang teman HS di Lrg Sedara Sipin Jambi secara kebetulan terlihat diantara tanaman yang tidak terurus bersama dengan kelompoknya dan menyolok berbeda warna.
Pengambilan dengan cara memotong dari indukannya.
Ternyata ini salah, seharusnya pengambilan sansseviera varigata seharusnya dengan menyertakan satu indukan aslinya sehingga, tanaman varigata tersebut dapat metabolisme makanan dari indukannya.
Akibatnya setelah hampir setahun baru kemudian keluar anakannya, dan ternyata varigata juga. Sebagai info, berikut gambarnya pada hri ini, 18-05-2012

Nah sekedar berbagi mengenai Sanseviera jenis mutasi, sebagai berikut :



Tak satu pun daun cokelat terbakar matahari. Padahal sifat variegatanya kuat: warna kuning gading mendominasi. Kontras dengan anggapan banyak orang: tanaman variegata-apalagi albinosulit bertahan hidup.
Sah-sah saja jika banyak yang beranggapan begitu. Jumlah kloroplas tanaman variegata lebih sedikit daripada tanaman normal. Akibatnya, penyerapan cahaya matahari tidak optimal. Kerja mengubah karbondioksida menjadi gula sebagai sumber energi dan makanan bagi pertumbuhan pun terhambat. Makanya, tanaman variegata lebih lemah dibandingkan yang normal. Si belang butuh perawatan ekstra agar tetap sehat dan prima.
Salah satunya penggunaan jaring peneduh. Jaring mengurangi intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman. Semakin besar persentase variegata, kebutuhan cahaya semakin sedikit. Itu karena grana yang terdapatdi dalam kloroplas yang berfungsi menangkap sinar matahari jumlahnya sedikit. 
Intensitas rendah Grana terdiri atas setumpuktilakoid berupa gelembung bermembran, pipih, dan seperti cakram. Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Pada tanaman variegata, dengan cahaya sedikit sudah mencukupi kebutuhan grana,' kata Dr Soeranto Hoeman, peneliti di Bidang Pertanian Kelompok Pemuliaan Tanaman di PATIRBATAN. Bila intensitas cahaya tinggi, bagian variegata terbakar karena jumlah cahaya masuk melebihi kapasitas grana. 


Cahaya matahari langsung juga menyebabkan warna variegata pudar. 'Kelainan sel-sel pada tanaman variegata rusak sehingga terurai jadi putih,' ujar Bambang Hermanto, MSc, peneliti bidang geologi di P2O-LIPI yang juga hobi sansevieria. Selain itu, intensitas cahaya yang tinggi menyebabkan metabolisme tanaman lebih aktif sehingga mendorong pembentukan klorofil lebih banyak. Pigmen lain seperti karotenoid pun terhambat. Dengan demikian warna hijau pada tanaman variegata lebih banyak muncul dibandingkan kuning atau putih. 
Makanya, jaring peneduh mutlak digunakan untuk melindungi tanaman variegata. Pramote meletakkan caulescens variegata di bawah naungan jaring 50%. Dr Purbo Djojokusumo di Pancawati, Bogor, menata lidah mertua variegata di bagian belakang nurseri yang terlindungi paparan sinar matahari. Itu ditambah penggunaan plastik UV yang mampu mengurangi paparan ultraviolet hingga 14%. Namun, 'Sebaiknya tetap menggunakan shading net 50-60% untuk sansevieria variegata atau sansevieria kuning seperti california dan goldflame agar daun tidak pucat,' kata Purbo. Itu diamini Edi Sebayang, hobiis di Tangerang, Banten. 

Nutrisi
Faktor lain supaya variegata prima adalah pemupukan. Tanaman variegata rentan terhadap magnesium, besi, dan nitrogen tinggi. Mg dan Fe merupakan unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil. Sedangkan, 'Nitrogen tinggi memacu tanaman memproduksi klorofil sehingga variegata berkurang,' ujar Bambang. Itu yang terjadi pada masoniana variegata koleksi Edi. 
Pada Maret 2007 sekitar 15 pot masoniana berwarna hijau-kuning diboyong ke kediamannya di Tangerang. Sansevieria itu kemudian ditanam dalam media campuran pasir malang, kompos, fermentasi kotoran kambing, dan sekam bakar dengan perbandingan
5:1:1:3. Perawatannya, pupuk berkadar N tinggi. Selang 4 bulan terjadi perubahan. Warna yang semula kuning perlahan menjadi pudar dan hijau semakin banyak. Belajar dari pengalaman itu kini semua sansevieria variegata koleksi ditanam dalam media pasir 100% dan diberi pupuk seimbang. 
Purbo memberikan pupuk lambat urai dengan dosis seimbang yang dicampur ke dalam media. Untuk pot berdiameter 20 cm dosisnya 2 sendok teh. Sementara pot berdiameter 35-40 cm, 2 sendok makan pupuk dicampur dengan media dan 1 sendok makan pupuk ditabur di atas media. Pramote hanya memberikan pupuk lambat urai 14-14-14 sebanyak satu sendok teh untuk pot berdiameter 25 cm setiap 3 bulan. Dengan cara itu S. caulescens variegata tetap tampil prima.

cacah daun.
 'Sansevieria bermotif belang, terutama hijau kuning atau hijau putih, tidak bisa diperbanyak dengan memotong daun,' ujar Iwan. Risikonya, anakan yang dihasilkan berbeda dengan indukan. Bila tunas muncul dari bagian berwarna hijau, individu baru yang muncul juga hijau. 
Risiko busuk lumayan besar, 50%. Penyebab utama, serangan cendawan dan bakteri lantaran pisau tidak steril, bagian luka tidak terlindung fungisida dan bakterisida, serta media terlalu lembap karena air siraman menggenang. Kendala lain, akar lambat tumbuh sehingga pertumbuhan anakan pun terhambat.
Untuk mempercepat akar tumbuh, Andy membungkus bagian bawah cacahan daun dengan tisu. Posisi cacahan tidak ditanam, tapi dibaringkan di atas media. Lalu disiram secara terus-menerus selama 1 bulan dengan larutan perangsang akar. Setelah akar keluar, baru ditanam di media campuran pasir malang dan sekam bakar. Jika ingin memacu tunas lebih cepat tumbuh dan bongsor, sungkup dengan plastik bening. Pertumbuhan daun baru 2 kali lebih bongsor dibanding tanpa sungkup

 
Mutasi Sementara
Tanaman yang mengalami mutasi sementara akan kembali seperti asalnya jika mendapat perlakuan tertentu. Mutasi ini diantaranya disebabkan oleh beberapa hal berikut. Perbanyakan sansevieria melalui stek daun. contohnya, hasil stek daun sansevieria 'hahnii' bisa jadi sansevieria 'golden 'hahnii'. Namun, setek daun 'sansevieria golden 'hahnii' akan menjadi sansevieria 'hahnii' kembali.
Perubahan perlakuan pearawatan. Misalnya, pemberian pupuk organik cair secara berlebihan dapat menyebabkan perubahan bentuk daun sementara. Setalah pemberain pupuk dihentikan, sansevieria tersebut akan kembali ke bentuk semula. Jangan Pisahkan Anakan Albino dari Induknya
Pada beberapa kasus, tanaman yang bermutasi akan menghasilkan tunas anakan yang seluruh daunnya berwarna kuning atau keputih-putihan. Sansevieria seperti ini tentu sangat menarik. Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan ketika menemukan anakan yang sama sekali tidak memiliki hijau daun seperti ini. Anakan ini tidak boleh dipisahkan dari induknya. Pasalnya, anakan albino ini tidak bisa berfotosintesis sendiri dan hanya mengandalkan kehidupan dari induknya. Jika dipisahkan, dalam waktu 1­2 bulan dipastikan tanaman akan mati. Peringatan ini juga penting untuk Anda yang akan membeli sansevieria. Jangan sampai Anda membeli sansevieria albino tanpa induknya, karena dipastikan tidak akan bertahan lama.
Mutasi Permanen
Dampak perubahan pada sansevieria yang mengalami mutasi permanen bersifat tetap. Mutasi permanen diantaranya dapat diupayakan dengan perlakuan berikut.
Penyinaran dengan sinar ultarviolet,
sinar X, atau sinar gamma.Penyinaran ini dilakukan untuk mengubah susunan kromosom dalam gen tanaman. Misalnya dengan cara memotong rantai kromosom, menambah komponen kromosom, atau mengurangi komponen kromosom. Ketika susunan kromosom tanaman berubah, maka selsecara keseluruhan akan berubah. Perubahan ini diturunkan kepada anakan yang dihasilkan dari pemisahan rimpang, setek pucuk, atau setek rimpang. Namun, mutasi ini tidak dijamin diturunkan kepada anakan yang berasal dari hasil setek daun atau persilangan.


Pemberian kolkisin(colchicines).
Kolkisin merupakan hasil ekstrasi dari umbi dan biji tanaman autumncrocus (colchicum autmnale) yang berasal dari Eropa. Senyawa bsa denagn rumus kimia C22H25O6N ini merupakan senyawa alkoid yang mudah larut dalam air. Kolkisin bekerja dengan cara mencegah pembelahan kromosom saat terjadi pembelahan sel. Dengan demikian, jumlah kromosom dalam sel menjadi berlipat. Pada sansevieria, ada beberapa teknik pemberian kolkisin yang sering dilakukan. Di antaranya, dengan menyemprot ke titik tumbuh secara berulang, merendam biji, atau merendam daun yang akan disetek denagn konsentarasi yang berbeda-beda. Namun perlu diingat, penggunaan kolkisin harus dilakukan secara hati-hati, karena berbahaya jika mengenai tangan kita.

My Sanseviera : Lidah Mertua...

Mei 2011, KPR Tebing Tinggi H2/34

Pernah mendengar nama tanaman lidah mertua? 
Spesis ini mempunyai daun yang panjang dan runcing.terdapat dua jenis Sanseivera yang lazim ditemui.Satu jenis berdaun kelabu berbelang hijau tua dan satu lagi berdaun kelabu kekunungan dan berbelang hijau tua.jenis kedua ini juga mempunyai jalur kuning di sekeliling tepi bunganya.Bunganya berwarna putih,berjambak dengan tangkai yang panjang dan tegak.Sanseivera merupakan tumbuhan hiasan yang mudah di tanam dan mudah hidup.Ia boleh tumbuh dengan baik di atas tanah dan di dalam pasu.Benihnya boleh didapati melalui belahan pokok,pemisahan anak,daun atau keratan daun.Oleh itu Sanseivera mudah didapati terutama ditanam sebagai pokok hiasan 
 Tanaman yang juga disebut tanaman ular alias sansevieria ini sebenarnya tidak terlalu istimewa bagi masyarakat. Lihat saja sekeliling, tumbuhan ini ada di pekarangan, di pinggir jalan, di taman kota, atau di taman-taman gedung perkantoran.
Tapi, siapa nyana tanaman yang masih satu keluarga dengan kaktus ini mulai diburu banyak orang. Mulai tahun 2000 hingga 2002, permintaan akan lidah mertua menjulur begitu pesat dan mencapai juluran terpanjang tahun 2004, dan terus menjulur hingga kini.

Antipolusi dan antiradiasi
Maraknya permintaan akan tanaman ini bukan cuma membuat banyak pemain lokal yang ikut membudidayakannya. Bahkan, tak sedikit orang asing yang terjun langsung dan membeli dari petanipetani untuk diekspor.
Lantaran tingginya permintaan, harganya tentu saja ikut membubung. Lidah mertua biasanya dijual dalam pot plastik hitam kecil, dan harganya dihitung per helai daun. Satu pot sering cuma terdiri dari tiga hingga lima helai daun. Dua tahun silam harganya masih sekitar Rp 500 -Rp 700 per daun. Sekarang harganya sekitar Rp 1.500- Rp 4.000 per daun, tergantung jenis dan ketinggian daunnya.
Kalau tanaman Anda tergolong memiliki kelainan atau jenis yang langka, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per pohon. "Kalau yang kelainan itu mahal, bisa 1.000 kali dari harga normal. Misal kuning semua, hijau semua, atau berkelokkelok,". Untuk sansevieria berbentuk mawar atau sansevieria trifasciata futura, harga per daunnya bisa mencapai US$ 30.
Tanaman sansevieria ini punya penggemar di berbagai masyarakat dunia, mulai dari Jepang, Taiwan, Korea, hingga di Eropa dan Amerika. Ada yang bilang, tanaman ini dapat menyerap polusi di sekitarnya, sehingga banyak orang yang meletakkannya di dalam rumah atau menanam di halaman. Ada juga yang percaya tanaman ini bisa dijadikan obat diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Bahkan, sebagian masyarakat Korea percaya tanaman ini dapat menghilangkan berbagai radiasi, sehingga mereka memburunya hingga ke seantero jagat. Bangsa China pun percaya tanaman ini membawa keberuntungan bagi yang memeliharanya. Di Thailand, ekstrak sanseivieria kabarnya sudah dikembangkan menjadi obat kanker dengan harga mencapai Rp 700.000 per kapsul.
Lepas dari berbagai kepercayaan tersebut, belum ada riset ilmiah yang bisa membuktikannya. Satu yang pasti, sansevieria sangat mudah hidup di mana saja, di tempat yang banyak polusi udara yang membuat tanaman lain mati, di tempat yang miskin cahaya. Lidah mertua juga tak butuh banyak air. Dia cuma butuh 26 mililiter per tanaman per minggu. Di ruangan, setengah bulan enggak disiram enggak soal. Makanya di luar negeri itu laku banget, karena bisa ditaruh di dalam ruangan dalam waktu lama.Hanya, patut diingat, permintaan dari luar negeri, terutama Eropa dan Amerika, juga ada siklusnya. Di musim dingin seperti sekarang biasanya permintaan turun dan baru naik lagi saat musim semi, lalu mencapai puncaknya di musim panas.
Satu Tanaman Bermacam Nama
Nama sansevieria mungkin masih asing terdengar di kuping masyarakat awam. Di Indonesia tanaman ini lebih dikenal dengan nama tanaman ular atau lidah mertua (mother-in-law's tongue).
Tanaman tropis ini memang memiliki banyak nama. Di antaranya century plant, lucky plant, snakeskin plant, good luck plant, dan african devil's. Setiap negara juga memiliki nama berbeda. Di Jerman, tanaman ini disebut bogenhanf, di Prancis chanvre d'arique, dan di China disebut pak lan, sweet mei lan, atau juga ylang ylang. Tanaman ini telah lama populer di China dan menjadi tanaman hias di dalam ruangan, bahkan sering ditempatkan di vihara-vihara. Pertumbuhan sansevieria yang simetris, menurut bangsa China, menunjukkan keserasian yang tergambar sebagaimana yin dan yang.
Rupa Ragam Lidah Mertua
Sansevieria memiliki banyak varian dengan harga berbeda-beda. Selain faktor jenis tanaman yang langka, tingginya harga si lidah mertua ini juga lantaran tren. Misalnya, tahun ini yang sedang tren adalah jenis sansevieria trifasciata lorentii, yaitu berwarna hijau dengan pinggiran kuning. Harga sansevieria jenis ini per daun setinggi 40 cm sekitar Rp 1.500, sehingga harga per tanaman yang terdiri dari tiga-empat daun adalah Rp 4.500-Rp 6.000.

Beberapa yang terkenal, adalah:
1. Sansevieria trifasciata
Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Ujung daun meruncing, tapi tidak berduri. Pada malam hari biasanya mengeluarkan aroma harum. Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengahtengah roset yang berdiri lempang ke atas. Awalnya, pertumbuhan tampak seperti lidi. Jenis trifasciata yang telah disilang menghasilkan varietas baru, antara lain:  ~ Sansevieria trifasciata golden hahnii
Penampilan fisiknya hampir sama dengan hahnii. Bedanya ada pada warna daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada bagian tepi daun. ~ Sansevieria trifasciata lorentii
Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40 cm-100 cm. Pinggir daun berwarna kuning dan tampak tegas, sedang di bagian tengahnya ada warna kuning yang menyebar tidak beraturan. Jumlah daunnya bisa mencapai lebih dari 10 helai dan pertumbuhannya paling cepat dibandingkan jenis lainnya. ~ Sansevieria trifasciata bantel's sensation atau white sansevieria Daunnya tumbuh merapat dan tegak lurus. Antarhelai daun saling bertumpuk simetris dengan warna dasar putih, bercorak hijau, dan tepi daun warna hijaunya lebih tegas. Pertumbuhannya paling lambat dibandingkan dengan jenis lain. ~ Sansevieria trifasciata futura Ciri-cirinya mirip dengan lorentii, tapi daunnya lebih lebar dan lebih pendek. Corak dan warna daunnya juga lebih jelas. Selain itu, bentuknya menyerupai kelopak bunga mawar.
2. Sansevieria liberica
Boleh dibilang, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-putih, namun warna putih lebih menonjol.
3. Sansevieria cylindrica 
Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-alur hitam keabuabuan bercampur hijau muda.


Jenis yang lain ?
Akan di jelaskan pada tulisan  lainnya

Kamis, 17 Mei 2012

My Sanseviera : Masonnian Giant



My Sanseviera : Kirki Brown


Berwarna coklat seperti daun mati
saat ini hanya tinggal satu
(karena indukannya sudah beralih ke seorang teman Mr Bhai yang sudah memasuki usia pensiun........)

My Sanseviera : Mini/smalll..........



BELUT


Kerajaan:
 Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
 Actinopterygii
Ordo:
Synbranchiformes
Upaordo:
ynbranchoidei
Famili:
ynbranchidae



Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku S Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).
Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernafas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis­jenis yang tinggal di gua malahan buta.
Ukuran tubuh bervariasi. Monopterusindicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).
Budidaya Belut Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.

BUDIDAYA BELUT :  CERAH.
Demikian gambaran yang terpancar dari budi daya belut yang semakin menggeliat dari tahun ke tahun. Setidaknya hal ini terlihat dari semakin tingginya permintaan belut, baik belut segar maupun belut olahan untuk pasar dalam negeri dan luar negeri.
Sebenarnya , budi daya belut tidak terlalu sulit dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya besar jika dibandingkan dengan pembudidayaan ikan jenis lain. Lahan sempit tidak menjadi persoalan dalam budi daya belut, karena hewan bertubuh licin ini bisa dipelihara di lahan yang sangat terbatas , bahkan di dalam tong / drum sekalipun. Secara teknis, pembudidayaan dan pemeliharaan belut hanya memerlukan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Apalagi ditunjang dengan keuletan dan keseriusan dalam memeliharanya, sudah pasti produksi belut akan meningkat.  
A. MengenalBelut
Belut mulai digemari masyarakat Indonesia sejak tahun 1979. Bentuknya yang bulat panjang dan hanya memiliki satu sirip di punggungnya membuat sosok belut mempunyai keunikan tersendiri. Dibalik keunikannya tersebut, ternyata belut banyak menyimpan keistimewaan. selain rasanya yang lezat, protein yang dikandung dalam dagingnya juga tergolong tinggi. Jadi tidak mengherankan jika banyak konsumen mancanegara yang sangat menggemarinya , sehingga menjadikan belut sebagai salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia. 
Di alam bebas, belut bisa dijumpai hidup di sawah, di rawah - rawa, sungai kecil dan laut. Karena termasuk hewan yang hidup di daerah beriklim tropis, belut banyak dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, sentra budi daya belut di Indonesia berada di Yogyakarta dan di sekitar Kuningan provinsi Jawa Barat. Sedangkan daerah lainnya , seperti Jawa Timur dan daerah lainnya sebagian besar merupakan tempat penampungan belut tangkapan langsung dari alam. Belut yang banyak dikenal ada tiga jenis yaitu belut sawah ( Monopterus albus ), belut rawa ( Simbrankus bengalesis ) dan belut tambak ( Macrotama caligans ). Sementara ini yang banyak sekali diminta oleh pasar dalam dan luar negeri adalah belut sawah dan belut tambak.  
B. PeluangUsahaBudiDayaBelut
Pada awalnya, belut sawah dikenal sebagai hama pada tanaman padi di sawah. Sedangkan belut tambak, dikenal pula sebagai hama pada lahan tambak karena memakan udang atau bibit - bibit ikan yang dikembangbiakan di tambak.
Namun seiring berjalnnya waktu, hingga saat ini belut telah menjadi primadona / andalan ekspor yang tak kalah unggul dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Mengapa demikian ? , disamping rasanya yang lezat ternyata belut banyak mengandung protein dan bahkan di negara - negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan, dimana belut diyakini sebagai sumber makanan berprotein tinggi yang dapat membangkitkan stamina tubuh. Disamping negara -negara tersebut, ternyata sekarang permintaan belut dari Indonesia juga mulai diminati di negara Amerika serikat, Australia dan Singapura, Selandia baru, Perancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, Denmark , dimana belut di konsumsi sebagai menu tambahan dalam setiap hidangan. Bagi masyarakat yang ada di negara - negara tersebut , belut merupakan masakan papan atas yang hanya bisa dijumpai di restoran mewah dan hotel berbintang. Jadi disini sudah jelas pangsa pasar kosumen belut yang masih terbuka sangat luas , kemungkinan juga akan semakin meningkat jumlah negara yang ingin mengimpor belut dari Indonesia.
Biasanya, belut yang dipesan oleh negara - negara tersebut adalah belut segar (fresh eels ), belut beku ( frozen eels ) dan belut asap ( smoked eels ). Permintaan belut segar dan hidup pada tahun ini di sejunlah negara ­negara Asia sebanyak 60 ton per hari, akan tetapi pada saat ini hanya dapat terpenuhi sebanyak 5 ton saja per harinya dari 3 eksportir belut yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk negara -negara di kawasan benua Eropa , permintaan belut asap ( smoked eels ) sebanyak 2 - 4 ton per hari. Ini semua belum termasuk permintaan belut untuk konsumen lokal yang ada di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Malang. 
Oleh karena pasar yang begitu prospektif dan cerah, maka budi daya belut sangatlah menjajikan. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, pada umumnya belut yang banyak dijual berasal dari tangkapan alam dan baru sedikit yang membudidayakannya.

C. Pasar Lokal dan Ekspor
Belut yang banyak mengandung protein sebagai salah satu sumber gizi yang baik untuk anak - anak hingga orang dewasa. Saat ini pemasaran belut hasil peternakan banyak di pasrkan di pasar - pasar tradisional hingga supermaket. perlu diketahui juga bahwa harga belut sangat bagus baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Harga belut saat ini untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 24.000 --Rp. 29.000 / Kg. Sedangkan untuk pasar ekspor , harga belut sangat bagus yakni berkisar 6 - 10 Dollar Amerika / Kg.

Belut Tantangan dan Harapan Masa Depan
Budidaya Belut saat ini dirasa sangat menguntungkan mengingat permintaan dalam dan luar negeri terus meningkat, namun Belut alam yang hidup bebas sangat sulit ditemukan. 
Penggunaan pestisida pembahas hama dilahan pertanian ternyata berdampak menghilangnya sebagian spesies ikan, termasuk belut. Hal ini sangat memprihatinkan, bila dipandang dari segi keseimbangan alam. Kelestarian alam merupakan tanggungjawab bersama penghuni bumi.
Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut,penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain kita memerlukan tata cara panen, pasca panen, pemasaran dan pencatatan. 
Teknik Budidaya dan Pemeliharaan Belut
a. Tempat/Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.
b. Pembuatan kolam
Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.
c. Media Pemeliharaan
Kolam budidaya belut menggunakan media pemelihaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
x Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
x Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
x Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
x Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
x Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
x Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
x Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm. x Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.
Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu. 
d. Pemilihan Benih
Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan. Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
1. Ciri Induk Belut Jantan
2. Ciri Induk Belut Betina x Berukuran panjang 20-30 cm x Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda x Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada

x
Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
x
Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
x
Bentuk kepala tumpul.
x
Usia diatas sepuluh bulan.

perut
x Bentuk kepala runcing
x Usia dibawah sembilan bulan.

e. Perkembangan Belut
Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U”dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.
f. Penetasan
Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.
g. Makanan dan kebiasaan makan
Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.

h. Hamabelut
Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.
Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan. Perlakukan pasca panenpun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.
Belut merupakan makanan bergizi yang layak dikonsumsi manusia, sehingga dapat dipasarkan dimanapun, baik lokal maupun ekspor dengan harga yang cukup menguntungkan.
Disamping itu persyaratan kolam, sehingga belut dapat berkembang dengan baik dan aman dari hama dan predator alami. Kolam ini dapat diatas atau menggali tanah. Pembuatan kolam belut diawali dengan perencanaan konstruksi kolam, pemilihan lahan. Hal ini dilanjukan dengan penggalian tanah atau pembuatan bak diatas tanah, baik untuk kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan maupun kolam pembesaran. Kolam­kolam ini memiliki ukuran tersendiri antara lain Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm X 400 cm kedalaman 80 cm, Kolam Pemijahan dan Pendederan berukuran 200 cm X 200 cm kedalaman 100 cm, Kolam Pembesaran berukuran 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm. Disamping ukuran dan persyaratan lahan juga dilengkapi dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran antara lain sebagai berikut :

 1. Jerami setinggi 40 cm.
 2.  Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cmX500 cm atau perbandingannya).
3. Lumpur/tanah setinggi 5 cm. 
4. Pupuk Kandang setinggi 5 cm. 
 5. Pupuk kompos setinggi 5 cm. 
   6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm. 
7. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
8. Lumpur/tanah setinggi 15 cm. 
9. Air setinggi 10 cm. 
10. Enceng gondog sebanyak 3/4 permukaan kolam. Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu, sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan.

Pelaksanaan pengembangbiakan dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat maksimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan keturunan yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula. Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut : 
1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan. 
2. Gerakan lincah dan agresif. 
3.     Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
4. Tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. 
5. Umur antara 2-4 bulan.

Ciri-ciri Induk Belut yang baik dapat dikenali melalui penampilan :
1. Induk Belut Jantan. 
-Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
 -Permukaan Kulit lebih gelap atau abu-abu
. -Bentuk Kepala Tumpul. 
-Umur lebih dari sepuluh bulan.
 2.     Induk Belut Betina.
 -Berukuran panjang antara 20-30 cm. 
-Permukaan Kulit lebih cerah dan warna putih kekuningan pada perutnya. 
-Bentuk kepala runcing. 
-Umur dibawah sembilan bulan. Belut ini mudah berkembangbiak dialam terbuka dan tidak sulit dibudidayakan dikolam yang menyerupai habitatnya serta memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. 


Perkembangbiakan belut, setahun sekali, akan dimulai dengan Belut jantan membuat lubang menyerupai huruf “U” dan gelembung udara yang menarik betina.
Perkawinan akan terjadi pada lubang dan telur akan bertaburan dibawah gelembung udara yang benyerupai busa. Telur-telur ini selanjutnya akan dicakup Belut Jantan untuk ditetaskan di lubang persembunyian dengan pengawasan Belut jantan selama 9-10 hari dialam terbuka dan 12-14 hari dikolam pemijahan. Belut muda ini akan mencari makan sendiri dan lepas dari belut jantan setelah berumur 15 hari.
Secara alami belut memakan binatang lain yang lemah, karena itu mereka harus membuat lubang perangkap yang menyerupai terowongan yang berkelok agar mangsanya tidak mudah lepas. 
Belut ini dapat dipanen setelah tiga bulan penaburan untuk pasar lokal, namun pasar ekspor minimal enam bulan. Kolam setelah panen diperbaiki dan diganti media pemeliharaannya agar zat renik yang diperlukan pemeliharaan berikutnya dapat tersedia cukup.