Tampilkan postingan dengan label Articel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

MENGENAL HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera (Panthera tigris Linnaeus, 1758) merupakan jenis kucing terbesar baik yang masih eksis ada maupun dilihat dari penemuan fosilnya. Harimau juga merupakan salah satu jenis mamalia yang paling diketahui kehidupannya. Harimau umumnya dibagi menjadi beberapa sub spesies yaitu : Harimau Bengal, Harimau Caspian, Harimau Amur, Harimau Jawa, Harimau China Selatan, Harimau Bali, Harimau Sumatera dan Harimau Indo China. Ada tiga sub spesies harimau yaitu Kaspian, Bali dan Jawa yang diduga telah punah sejak tahun 1950-an. 
Awalnya harimau berasal dari Asia Timur, kemudian melalui dua penyebaran utama menyebar ke berbagai daerah kira-kira dua juta tahun lampau. Dari Barat Laut harimau bermigrasi ke daerah berpohon dan sepanjang sistem sungai di Asia Barat Daya. Dari Selatan dan Barat Daya harimau bergerak ke daratan Asia Tenggara, beberapa diantaranya menyeberang ke kepulauan Indonesaia dan lainnya berakhir di India.
Diyakini bahwa harimau China merupakan cikal bakal harimau. Harimau China memiliki morfologi tengkorak yang primitif, pendeknya bagian cranial dan penampakan lekukan mata lebih jelas.


PERILAKU
Biasanya harimau hidup soliter, kecuali pada betina dan anak, mereka tidak anti sosial. Jantan bergabung dengan betina untuk kawin dan pernah teramati jantan dengan betina dan anak saat makan atau istirahat. Tidak seperti kebanyakan jenis kucing lain, harimau dengan mudah memasuki air. Selama musim panas mereka akan berendam di danau atau kolam sepanjang hari yang panas. Harimau dapat berenang sejauh 8 km seperti yang terjadi antara daratan Malaysia ke Pulau Penang.
Umumnya harimau berburu antara sore dan pagi hari (Fajar), tetapi dalam beberapa kondisi harimau berburu siang hari. Hewan mangsa harimau adalah seluruh satwa yang ada di habitat mereka, yang terdiri dari berbagai jenis rusa, babi, kerbau dan banteng. Harimau juga memangsa anak gajah dan badak, serta jenis lainnya yang lebih kecil, termasuk monyet, burung, reptil dan ikan.
Harimau sewaktu-waktu membunuh leopard dan jenis mereka sendiri, serta karnivora lainnya, termasuk beruang yang beratnya mencapai 170 kg. 
Harimau biasanya menerkam mangsa yang besar diawali dengan mengintai dari belakang, dan berakhir memburu mangsanya, terkadang melompat/menerkam mangsanya. Ketika menangkap dan membunuh mangsa, harimau mempunyai target utama yaitu leher, juga tengkuk atau tenggorokan. Bagian yang ditangkap tergantung beberapa faktor seperti ukuran tubuh mangsa, ukuran tubuh harimau, apakah penerkaman dari depan, belakang atau samping dan gerakan perlawanan hewan mangsa. 
Sifat khas harimau adalah mencengkeram leher mangsanya setelah merubuhkannya, hingga mangsanya mati. Harimau mencengkeram leher mangsanya ini untuk melindungi harimau dari tanduk, dan kaki serta mencegah hewan mangsa dapat tegak kembali. Harimau lebih suka menggigit bagian belakang leher, sedekat mungkin dengan tengkorak, serta membunuh korban dengan cara mematahkan tulang belakang. Hewan mangsa biasanya diseret ke daerah yang bernaung, harimau mempertunjukkan kekuatan mereka saat menyeret mangsanya yang berat. Di Burma harimau menyeret mangsanya yaitu gaur yang 13 orang laki-laki tidak dapat menggerakkannya.
Harimau dapat makan 18-40 kg daging mangsanya dalam sekali makan. Jika tidak hancur, ia kembali ke tempat tersebut untuk makan sisa-sisa kecil.
Mangsa yang besar ditangkap satu kali seminggu. Diperkirakan frekuensi pembunuhan oleh betina tanpa anak adalah sekali setiap 8-8,5 hari. Walaupun mempunyai keahlian berburu yang tinggi, harimau sering tidak berhasil. Berburu mangsa biasanya dilakukan secara individu tapi pernah juga kelihatan harimau berburu secara berkelompok. 
Harimau pada dasarnya tidak memangsa manusia kecuali habitatnya terganggu, sudah tua, sakit-sakitan atau terluka. Beberapa korban timbul karena konfrontasi eksidental atau sebagai reaksi mempertahankan diri dan melihat tubuh manusia sebagai makanan sehingga manusia menjadi target karena dianggap hewan mangsa yang mudah ditangkap. Harimau yang memangsa manusia mungkin mengajarkan kepada anaknya bahwa manusia adalah mangsa. Tetapi kematian atau luka disebabkan oleh harimau atau harimau yang melindungi anaknya tidak selamanya menjadi petunjuk bahwa harimau pemakan manusia. 
Harimau Sumatera jantan beratnya berkisar 100-140 kg, panjang diukur dari kaki belakang dan depan 2,20-2,55 m, panjang tengkorak 295 - 335 mm. Sedangkan betina beratnya 75 - 100 kg, panjangnya 2,15 - 2,30 m, dan panjang tengkorak 263 - 294 mm.

BIOLOGI HARIMAU
Musim kawin harimau sepanjang tahun, tetapi sebagian besar terjadi di akhir bulan November sampai awal April. Harimau mengalami estrus selama rata-rata tujuh hari, dengan siklus 15-20 hari.
Satu kelompok harimau rata-rata berjumlah 2,98 ekor. Satu ekor betina biasanya diikuti oleh 2-3 ekor anaknya, sampai anak tersebut berumur 18-24 bulan, baik jantan maupun betina. Kematian anak Harimau dapat disebabkan oleh kehilangan kelompok, kebakaran, banjir atau pembunuh anak. 
Harimau Betina memasuki masa reproduksi pertama pada umur 3,4 tahun, sedangkan harimau jantan pada umur 4,8 tahun. Interval antar kelahiran 20-24 bulan tetapi dalam kasus di mana anak hilang pada dua minggu pertama, interval antar kelahiran adalah hanya 8 bulan. Sedangkan terakhir bereproduksi pada umur 14 tahun. Harimau dapat hidup sampai berumur 26 tahun.


PENYEBARAN
Harimau dapat hidup di berbagai tipe habitat mulai dari hutan tropis yang selalu hijau dan yang menggugurkan daun di bagian selatan Asia, sampai ke daerah konifer, semak Oak dan daerah berkayu di Siberia. Harimau juga dapat hidup dengan baik di hutan mangrove Sundarbans, hutan berduri yang kering di bagian barat laut India dan hutan rumput yang tinggi di kaki pegunungan Himalaya dan jejaknya pernah ditemukan pada musim dingin di atas salju pada ketinggian 3000 m.
Distribusi geografik harimau di Asia mulai dari Timur Turki, ke laut Okhotsk. Tetapi daerah penyebaran ini semakin berkurang seiring dengan waktu. Saat ini harimau hanya hidup dalam populasi yang berpencar-pencar mulai dari India sampai Vietnam dan di Sumatra, China dan Rusia sepanjang Timur.


Status Populasi
Harimau Sumatera yang saat ini oleh IUCN dikategorikan sebagai satwa langka, pada abad ke 19 diperkirakan masih berjumlah 100.000 ekor. Dan pada tahun 1993 berdasarkan survei dan literatur status populasi harimau diperkirakan tidak lebih dari 7.700 ekor.
Berdasarkan Analisa Viabilitas Populasi dan Habitat (Population & Habitat Viability Analisys ~PHVA) jumlah Harimau Sumatera diperkirakan 400 ekor yang terdapat pada 5 kawasan yang relatif mempunyai prospek bagus, dan kurang lebih 200 ekor lainnya berada di lokasi lain di Sumatera. Kini populasi Harimau Sumatera terus mengalami penurunan karena perburuan dan kehilangan habitat untuk perkampungan manusia.


Daerah Jelajah
Harimau membutuhkan cukup hewan mangsa, habitat dan air. Jumlah mereka selalu berubah sesuai dengan kepadatan mangsa. Betina memerlukan daerah untuk tempat membesarkan anaknya, jantan mencari cara untuk mendekati betina dan mempunyai daerah jelajah yang lebih luas. Di daerah yang kaya akan hewan mangsa sepanjang tahun luas daerah betina antara 10-39km dan jantan antara 30 - 105 km.Pada daerah hewan mangsa kurang terdistribusi dan melakukan perpindahan musiman, luas daerah harimau betina 100-400 km dan 800-1000 km untuk jantan.  


ANCAMAN UTAMA
Perburuan untuk tujuan komersial, habisnya hewan mangsa utama karena perburuan berlebihan, dan kehilangan habitat adalah ancaman utama terhadap kehidupan harimau. Punahnya harimau di jawa dan Bali karena pembukaan habitat yang menimbulkan fragmesi dan menyebabkan habitat tetpecah-pecah menjadi blokblok dan kawasan kecil (<500 km), juga karena berkurangnya ungulata sebagai mansa penting karena penyakit dan perburuan yang berlebihan oleh manusia.
Harimau ditembak atau diracun karrena dianggap hama ternak serta untuk memperoleh penghasilan (uang). Naiknya harga kulit harimau merupakan faktor penting dari penurunan jumlah harimau. Selain itu, tulang dan bagian tubuh lainnya digunakan dalam obat-obatan tradisional China dan Korea. Kehilangan habitat secara cepat telah terjadi di abad ini karena pertumbuhan dan penyebaran pouplasi manusia, perkampungan dan kegiatan.
Tidak hanya habitat harimau yang secara luas telah dibuka untuk kebutuhan manusia, tetapi kehidupan liar lainnya juga telah terfragmentasi. Populasi harimau semakin terisolasi pada beberapa kawasan kecil sehingga terjadi penurunan genetik. 
Dengan demikian untuk menjaga kelestarian Harimau Sumatera tidak dapat mengandalkan pada kawasan/habitat yang kecil dan terisolasi. Daerah yang
besar
dengan
habitat
bergandengan
 adalah
penting
untuk
menjamin
kelangsungan
hidup
harimau
liar
 untuk
 jangka
 panjang.


Morfologi
Kuning kemerahan sampai kuning pucat dengan loreng hitam dan putih merupakan ciri utama. Loreng setiap harimau berbeda-beda demikian juga dari bagian kedua sisi harimau juga berbeda. Loreng bervariasi dalam jumlah, juga ketebalannya serta kecenderungannya untuk terpecah atau menjadi totol-totol. Garis hitam di atas mata biasanya simetris, tetapi penampakan wajah kedua sisinya bisa saja berbeda. Tidak ada dua harimau yang mempunyai penampakan yang sama. Jantan biasanya mempunyai kerut lebih mencolok, khususnya yang ditampakkan oleh harimau Sumatera. 

Species yang satu ini sebenarnya sudah hampir punah, jumlah populasinya sudah berkurang sangat banyak saat ini. Hal ini juga diperparah oleh semakin sempitnya lahan untuk mereka berkembang. Yups hutan di pulau Sumatera dari hari ke hari semakin berkurang tiap hektarnya. Banyak kepentingan yang bermain di situ, hutan yang dulunya sekitar 70% sekarang bahkan tak sampai 40% lagi. Entahlah 10 atau 15 tahun lagi, barangkali hutan di pulau Sumatera telah punah semua. Sama halnya seperti yang terjadi di benua Afrika.
Lihat saja, beberapa bulan terakhir apalagi musim kemarau banyak hutan yang terbakar. Belum lagi yang sengaja dibakar sebagai pembuka lahan, atau merubah status hutan menjadi areal pertanian dan perumahan.
Malang memang nasib hutan di Indonesia. Padahal, hutan adalah penyangga sekaligus penyeimbang ekosistim. Menyerap air hujan sehingga tak berakibat banjir dan erosi serta tanah longsor. Sebagai penyaring udara kotor untuk menjadi oksigen alias udara bersih yang kita hirup saat ini. Dan yang terutama adalah sebagai tempat berlindung dan kehidupan buat species yang tinggal di dalamnya. Nah salah satunya adalah harimau Sumatera, selain orang utan, dan gajah Sumatera.
Harimau Sumatera adalah species yang unik, ia lebih kecil daripada harimau jawa yang telah lebih dahulu musnah. Bulunya lebih halus, penampilannya pun lebih santun. Kok bisa santun? pasti heran. Maksudnya mereka tak seganas yang dibayangkan. Lantas bagaimana dengan penyerangan yang dilakukan oleh harimau Sumatera pada suatu wilayah pemukiman penduduk di daerah padang? O itu karena lahan yang menjadi habitat mereka sudah semakin mengecil. Sama saja dengan kita, apabila lahan hak milik kita diganggu pasti kita akan berusaha mempertahankan atau mencari lahan baru. Jadi sebenarnya ada solusi yang bagus, yakni perimbangan pembangunan antara pemukiman dan hutan yang harus di jaga. 
Harimau Sumatera saat ini banyak yang diseludupkan dan dijual ke luar negeri, banyak yang diburu untuk mendapatkan kulitnya, dan dagingnya. Banyak juga yang mati karena kekurangan pasokan makanan akibat perambahan hutan yang mengakibatkan hewan yang menjadi mangsanya ikut punah dan hilang.
Lantas tugas siapa untuk menyelamatkannya?
Yang jelas bukan hanya pemerintah atau LSM lingkuangan atau masyarakat Sumatera saja, bukan tapi seluruh rakyat Indonesia yang mengaku dan merasa cinta serta bangga dengan tanah airnya termasuk semua yang ada di dalamnya.
Harapannya semoga dengan tulisan ini sedikit membuka mata kita bahwa masih ada kekayaan alam yang berupa spesies langka yang membutuhkan perhatian kita semua. Paling tidak ada yang dilakukan daripada tidak sama sekali.
Mari selamatkan Harimau Sumatera, orang utan, gajah Sumatera


Senin, 10 Juni 2013

HARIMAU TASMANIA


Punah  (1936) (IUCN 2.3)[2]
Kerajaan:
 Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
 Mamalia
Infrakelas:
Marsupialia
Ordo:
Dasyuromorphia
Famili:
 Thylacinidae
Genus:
Thylacinus
Spesies:
T. cynocephalus


Harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus) adalah marsupial karnivora masa modern terbesar yang pernah diketahui. Binatang ini berasal dari Australia dan pulau Papua dan dinyatakan punah pada abad ke-20. Binatang ini disebut harimau Tasmania karena punggungnya yang bercorak belang, namun ada juga yang menyebutnya serigala Tasmania, dan dari mulut ke mulut disebut harimau Tassie (atau Tazzy) atau cukup harimau saja.[a] Binatang ini adalah spesies terakhir dari genusnya, Thylacinus. Sebagaian besar spesiesnya ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari awal zaman Miosen.
Harimau Tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa di Australia, namun berhasil bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Selain akibat perburuan berhadiah yang berlebihan, kepunahan hewan ini mungkin juga disebabkan oleh serangan penyakit, anjing, dan gangguan manusia terhadap habitatnya. Meskipun secara resmi dianggap telah punah, laporan tentang terlihatnya hewan ini masih ada.
Sebagaimana harimau dan serigala di belahan utara, harimau Tasmania merupakan pemangsa yang ada di puncak rantai makanan. Sebagai seekor marsupial, binatang ini tidak terkait dengan eutheria. Kemiripan postur dan adaptasinya disebabkan oleh evolusi konvergen. Keluarga terdekat spesies ini adalah setan Tasmania.[3]


Evolusi

Illustrasi Thylacinus potens, hidup pada masa Miosen, yang dianggap sebagai saudara harimau Tasmania terbesar yang diketahui.
Harimau Tasmania modern pertama muncul sekitar 4 juta tahun lalu. Spesies familia Thylacinidae telah ada sejak awal Miosen; sejak awal tahun 1990an, sedikitnya tujuh spesies fosil telah ditemukan di Riversleigh, bagian dari Taman Nasional Bukit Lawn di barat laut Queensland.[4][5] Harimau Tasmania Dickson (Nimbacinus dicksoni), spesies tertua dari ketujuh spesies fosil yang ditemukan, menunjukkan umur sekitar 23 juta tahun. Thylacinid ini lebih kecil daripada familia terakhirnya.[6] Spesies terbesar, Thylacinus potens yang tumbuh hingga seukuran serigala, merupakan satu-satunya spesies yang selamat hingga Miosen akhir.[7] Pada Pleistosen akhir dan Holosen awal, harimau Tasmania modern tersebar luas (meskipun tidak banyak) hingga Australia dan pulau Papua.[8]

Tengkorak harimau Tasmania (kiri) dan serigala abu-abu (Canis lupus), hampir identik meskipun spesiesnya tidak berhubungan. Penelitian menunjukan bentuk tengkorak Rubah Merah, Vulpes vulpes, bahkan lebih mirip dengan harimau Tasmania.[9]
Sebagai contoh evolusi konvergen, harimau Tasmania menunjukkan banyak persamaan dengan anggota famili Canidae (anjing) belahan utara: gigi tajam, rahang kuat, kaki jinjit dan postur tubuh yang relatif sama. Karena harimau Tasmania di alam yang serupa dengan alam kehidupan anjing di belahan dunia lainnya, perkembangannya pun serupa.
Hewan ini mudah dibedakan dari anjing asli karena corak belang pada punggungnya, tapi tidak dengan kerangkanya. Mahasiswa zoologi di Oxford diberi tugas mengidentifikasi 100 spesimen zoologi sebagai bagian dari ujian akhir. Beredar berita [di kalangan mahasiswa], setiap kali tengkorak 'anjing' diperlihatkan, untuk amannya bisa langsung ditebak sebagai Thylacinus, alasannya bila tengkorak yang jelas-jelas tengkorak anjing diujikan, pastinya itu soal jebakan. Kemudian pada suatu tahun, berkat inisiatif dosen penguji, tengkorak anjing yang asli diletakkan untuk menjebak mahasiswa. Cara yang paling mudah untuk mengetahui perbedaannya adalah adanya dua lubang mencolok di tulang langit-langit mulut, yang merupakan karakteristik marsupialia umumnya.
—Richard Dawkins, The Ancestor's Tale
Penemuan dan taksonomi
Penduduk asli Australia telah mengenal harimau Tasmania sejak lama, terbukti dari adanya lukisan dan ukiran batu berumur 1000 SM.[10] Lukisan petroglif harimau Tasmania dapat ditemukan di daerah seni karang Dampier di Murujuga, Australia Barat. Pada saat penjelajah pertama tiba, binatang ini sudah jarang ditemui di Tasmania. Ketika Abel Tasman dan rombongannya tiba di Tasmania (1642), mereka menemukan jejak kaki "binatang buas yang memiliki cakar seperti Harimau".[11] Marc-Joseph Marion du Fresne, tiba dengan Mascarin pada tahun 1772, melaporkan melikat seekor "kucing harimau".[12] Identifikasi positif harimau Tasmania sebagai penemuan binatang tidak dapat dibuat dari laporan ini karena Quoll Harimau juga digambarkan dengan cara yang sama. Deskripsi harimau Tasmania secara pasti dibuat oleh penjelajah Perancis pada 13 Mei 1792, seperti dicatat oleh penyidik alam Jacques Labillardière, dalam jurnalnya dari ekspedisi yang dipimpin D'Entrecasteaux. Namun begitu, hal ini tidak sampai tahun 1805 bahwa William Paterson, Letnan Gubernur Tasmania, mengirimkan sebuah deskripsi lengkap untuk dipublikasikan dalam Sydney Gazettedan Pemasangan IklanNew South Wales.

Cetakan asli harimau Tasmania dari abad 19. Lukisan ini tidak menurut anatomi yang akurat.
Deskripsi ilmiah detail pertama dibuat oleh Wakil Petugas Survei Umum Tasmania, George Harris pada tahun 1808, lima tahun setelah penjajahan pertama pulau.[14] Harris awalnya menempatkan harimau Tasmania dalam genus Didelphis, yang telah dibuat oleh Carolus Linnaeus untuk oposum Amerika, yang mendeskripsikan binatang itu sebagai Didelphis cynocephala, "anjing berkepala oposum". Pengenalan bahwa marsupialia Australia pada dasarnya berbeda dari mamalia yang diketahui yang mendorong menuju pengelompokan modern, dan pada tahun 1796 Geoffroy Saint-Hilaire membuat genus Dasyurus dimana dia menempatkan harimau Tasmania pada tahun 1810. Untuk memisahkan campuran tatanama Yunani dan Latin, nama spesies diubah menjadi cynocephalus. Pada tahun 1824, bentuk itu dipisahkan menuju ke dalam genusnya sendiri, Thylacinus, oleh Temminck.[15] Nama umum diperoleh secara langsung dari nama genus, yang mulanya dari Bahasa Yunani θύλακος (thylakos), yang berarti kantung.[16][a]

Deskripsi
Deskripsi tentang harimau Tasmania bervariasi karena bukti terbatas hanya pada spesimen joey; fosil; kulit dan tulang tetap ada; foto dan film hitam putih binatang di penangkaran; dan laporan di lapangan.
Harimau Tasmania menyerupai anjing besar dengan rambut pendek yang memiliki ekor kuat yang dengan lancar terbentang dari tubuh yang mirip dengan kangguru. Banyak penetap Eropa melakukan perbandingan langsung harimau Tasmania dengan Hyena karena kelakuan yang tidak biasa.[3] Kulit harimau Tasmania yang berwarna kuning-coklat memiliki 13 sampai 21 garis belang istimewa di sepanjang punggung, pantat dan ekor, sehingga binatang ini sering dijuluki "Harimau". Garis lebih ditandai pada spesimen yang lebih muda dan memudar jika harimau Tasmania semakin tua.[17] Salah satu garis terbentang ke bawah di luar bagian belakang paha. Bulu tubuhnya tebal dan lembut, dengan panjang diatas 15 mm; pada usia muda, ujung ekor harimau Tasmania memiliki hiasan. Telinga lurus yang berbentuk bulat memiliki panjang sekitar 8 cm dan terdapat bulu.[18] Warna bervariasi dari coklat kekuningan muda sampai coklat tua; perut Thylacne berwarna cream.[19]
 Harimau Tasmania dewasa memiliki panjang 100-180 cm, termasuk ekor [20]
dengan panjang 50-65  Ukuran terbesar spesimen adalah 290 cm dari hidung ke ekor.[19] Harimau Tasmania dewasa berdiri sekitar 60 cm pada pundak dan memiliki massa 20-30 Kg.[20] Terdapat sedikit dimorfisme seksual dengan wanita dewasa menjadi lebih kecil daripada laki-laki normal.[21]
Harimau Tasmania betina memiliki kantong perut dengan empat puting susu, tetapi tidak seperti marsupial lainnya, kantong perut terbuka ke bagian belakang tubuh. Laki-laki memiliki kantong perut skrotum, unik diantara marsupialia Australia dengan mereka dapat menarik skrotum mereka.[17]
Harimau Tasmania dapat membuka rahangnya dengan besar yang tidak biasa: diatas 120°. Kemampuan ini dapat terlihat dari bagian salah satu film pendek hitam putih buatan David Fleay pada penangkaran harimau Tasmania dari 1933. Rahangnya berotot tegap dan kuat serta memiliki 46 gigi.[18]
Jejak kaki harimau Tasmania dapat dibedakan dari binatang lainnya; tidak seperti rubah, kucing, anjing, wombat atau setan Tasmania, harimau Tasmania memiliki telapak bagian belakang pada kaki dan tangan yang sangat besar dan 4 telapak depan yang disusun pada garis yang hampir lurus.[22] Kaki belakang mirip dengan kaki depan tetapi memiliki 4 jari kaki dan bukan 5. Cakar mereka tidak dapat ditarik masuk.[17]

Jejak kaki harimau Tasmania dengan mudah dibedakan dari binatang lainnya.
Penelitian awal menghasilkan bahwa harimau Tasmania memiliki indera penciuman yang kuat yang membuatnya dapat mendeteksi mangsa,[22] tetapi analisis struktur otaknya menemukan bahwa bulbus olfaktorius harimau Tasmania tidak berkembang dengan baik. Binatang ini mungkin mengandalkan penglihatan dan pendengaran sebagai pengganti ketika berburu.[17] Beberapa pengamat mendeskripsikan bahwa harimau Tasmania memiliki bau yang kuat dan istimewa, deskripsi lain mendeskripsikan bau bersih, bau binatang, dan ada penjelasan tidak
ada bau sama sekali. Harimau Tasmania mungkin memiliki hubungan dekat dengan setan Tasmania karena memberikan bau ketika diganggu.[23]
Harimau Tasmania memiliki gaya berjalan yang kaku dan aneh, membuatnya tidak dapat berlari dengan kecepatan tinggi. Harimau Tasmania juga dapat menampilkan lompatan yang mirip dengan kangguru -- dilakukan dalam berbagai waktu oleh spesimen penangkaran.[17] Terdapat spekulasi bahwa hal ini digunakan untuk mempercepat bentuk gerakan ketika binatang menjadi takut. Harimau Tasmania juga dapat menyeimbangkannya pada kaki belakang dan berdiri tegak lurus untuk periode singkat.[24]
Walaupun tidak ada rekaman suara harimau Tasmania, pengamat binatang di alam bebas dan di penangkaran mencatat bahwa harimau Tasmania akan mengerang dan mendesis ketika diganggu, sering diikuti oleh ancaman menguap. Selama berburu, harimau Tasmania akan mengeluarkan semacam gonggongan seperti batuk dengan cepat yang berulang kali (dideskripsikan sebagai "yip-yap", "cay-yip" atau "hop-hop-hop"), mungkin untuk berkomunikasi antara anggota keluarga.[25] Harimau Tasmania juga memiliki teriakan rengekan panjang, mungkin untuk identifikasi pada kejauhan, dan suara dengus panjang yang digunakan untuk komunikasi antara anggota keluarga.[26]
Ekologi dan sifat
Sedikit yang diketahui tentang sifat atau habitat harimau Tasmania. Beberapa pengamatan binatang pada penangkaran, tetapi terbatas, bukti bersifat anekdot ada tentang sifat binatang di alam bebas. Kebanyakan pengamatan dilakukan selama siang hari sedangkan harimau Tasmania secara alami aktif di malam hari. Pengamatan yang dilakukan di abad ke-20 tersebut dapat menjadi tidak biasa karena binatang tersebut sudah dalam keadaan terancam yang nantinya menyebabkan kepunahannya. Beberapa karakteristik sikap telah direka­reka dari kelakuan setan Tasmania, spesies yang berhubungan dengan harimau Tasmania.
Harimau Tasmania dipercaya menyukai hutan dan padang rumput dekat pesisir pantai. Pola bergaris mereka menyediakan kamuflase di hutan,[17] tetapi dapat juga merupakan cara untuk mengindentifikasi harimau Tasmania.[27]
Harimau Tasmania mungkin menyukai hutan eukaliptus kering, daratan basah dan padang rumput di Australia.[22] Lukisan bebatuan Australia asli menandakan bahwa harimau Tasmania hidup di Australia dan pulau Irian. Bukti keberadaan binatang ini di Australia berasal dari bangkai yang ditemukan di goa di dataran Nullarbor di Australia Barat tahun 1990; penanggalan radiokarbon menemukan bangkai itu berusia 3.300 tahun.[28]
Di Tasmania, harimau Tasmania lebih menyukai hutan dan padang rumput dekat pantai yang menjadi fokus utama pendatang Britania yang mencari rumput makanan ternak untuk peternakan mereka.[29] Harimau Tasmania memiliki jangkauan kediaman tinggal antara 40 sampai 80 km².[19] Harimau Tasmania berada dalam jangkau kediamannya tanpa menjadi hewan teritorial; kawanan yang kadang-kadang terlalu besar untuk disebut keluarga terkadang diamati bersama.[30]
Harimau Tasmania adalah binatang yang muncul pada malam hari dan pemburu krepuskular, menghabiskan siang hari di goa kecil atau batang pohon berlubang di sebuah sarang ranting poho atau pakis. Harimau Tasmania cenderung lari ke bukit dan hutan untuk berlindung selama siang hari dan berburu pada malam hari. Pengamatan awal mencatat bahwa binatang tersebut pemalu dan berahasia, dengan kesadaran terhadap kehadiran manusia dan biasanya menghindari hubungan, walaupun terkadang menunjukkan sikap ingin tahu.[25]
Terdapat bukti paling sedikit di antaranya berkembang biak sepanjang tahun (rekaman pilihan menunjukkan penemuan joey di kantung perut terus menerus sepanjang tahun), walaupun puncak musim berkembang biak terjadi pada saat musim dingin dan musim semi.[17] Mereka akan memproduksi lebih dari 4 anak (terkadang 2 atau 3), membawa yang muda ke kantong perut selama 3 bulan dan dilindungi hingga ukuran ½ dewasa. Anak mereka awalnya buta dan tidak berambut, tetapi mata mereka terbuka dan berbulu ketika meninggalkan kantong perut.[17] Setelah meninggalkan kantong perut, dan sampai cukup berkembang, anak-anak akan tetap berada di sarang mereka sementara sang induk berburu.[31] Harimau Tasmania hanya sekali berkembang biak di penangkaran, di Kebun Binatang Melbourne tahun 1899.[32] Harapan hidup mereka di alam bebas diperkirakan 5-7 tahun, walaupun spesimen penangkaran mampu bertahan sampai 9 tahun.[22]

Makanan
Analisis tulang yang berisi bahwa ketika berburu, harimau Tasmania bergantung pada stamina daripada kecepatan pada pengejaran.
Harimau Tasmania merupakan hewan karnivora. Perutnya berotot tegap dengan kemampuan untuk menggembungkan perutnya sehingga dapat makan dalam jumlah besar, mungkin adaptasi untuk mengganti kerugian untuk periode panjang ketika berburu tidak berhasil dan makanan yang jarang.[17] Analisis tulang dan pengamatan harimau Tasmania di penangkaran untuk harimau Tasmania satu-satu mengincar binatang dan mengejarnya sampai incaran tersebut lelah. Beberapa penelitian mengakhiri bahwa binatang dapat berburu dalam grup keluarga kecil dengan grup utama mengumpulkan sasaran pada arah umum individu menunggu penyergapan.[14] Pemasang perangkap melaporkan harimau Tasmania sebagai predator penyergap.[17]
Mangsa harimau Tasmania termasuk kangguru, walabi, wombat, burung dan binatang kecil seperti potoroo dan posum. Emu Tasmania pernah menjadi mangsa favorit harimau Tasmania. Emu adalah burung besar dan tidak dapat terbang yang berbagi habitat dengan harimau Tasmania dan diburu sampai kepunahannya sekitar tahun 1850, kemungkinan bertepatan dengan berkurangnya jumlah harimau Tasmania.[33] Baik Dingo[34] dan rubah[35] diketahui berburu emu di daratan utama Australia.[c] Selama abad ke-20, harimau Tasmania sering dikarakterisasikan sebagai peminum darah utama, tetapi sedikit referensi dibuat untuk ciri ini; popularitasnya berasal dari sebuah laporan.[36] Penetap Eropa mempercayai bahwa harimau Tasmania mengincar domba dan unggas petani.[d] Di penangkaran, harimau Tasmania diberi makan dengan berbagai makanan, termasuk kelinci mati, walabi, daging sapi, daging kambing, daging kuda dan terkadang unggas.[37]
Kepunahan
Harimau Tasmania punah di Australia sekitar 2.000 tahun yang lalu (kemungkinan punah lebih awal di pulau Papua).[e] Kepunahan harimau Tasmania disebabkan oleh kompetisi dengan penduduk asli dan spesies invasif, Dingo. Kesangsian ada antara dampak Dingo, namun, dua spesies tersebut tidak akan ada dalam kompetisi langsung dengan satu lainnya. Dingo adalah predator yang berburu pada siang hari, sementara diketahui bahwa harimau Tasmania berburu pada malam hari. Harimau Tasmania memiliki tubuh yang kuat, yang akan memberinya kelebihan pada pertemuan satu lawan satu.[38]
Lukisan batu dari Taman Nasional Kakadu dengan jelas menunjukan harimau Tasmania diburu oleh penduduk asli,[39] dan dipercaya bahwa Dingo dan harimau Tasmania berkompetisi untuk mangsa yang sama. Lingkungan mereka dengan jelas saling melengkapi: Sisa sub fosil harimau Tasmania telah ditemukan pada tempat yang dekat dengan Dingo. Adopsi Dingo sebagai rekan berburu oleh suku asli menyebabkan peningkatan tekanan jumlah populasi harimau Tasmania.[8]
Dalam foto yang banyak disebarluaskan, seekor harimau Tasmania sedang membawa ayam, semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pencuri unggas. Faktanya, gambar itu dipotong untuk menyembunyikan rumah dan pagar, dan analisis oleh satu ilmuan telah mengakhiri bahwa harimau Tasmania adalah spesimen awetan, berpose untuk kamera.[40] Foto ini diambil pada tahun 1921 oleh Henry Burrell.
Walaupun kepunahan panjang di tanah utama Australia masih terus terjadi sampai bangsa Eropa menetap,keberadaan harimau Tasmania sampai tahun 1930-an di pulau Tasmania. Pada waktu penduduk pertama tiba di Tasmania, distribusi terbesar terjadi di timur-laut, barat-laut dan utara-tengah.[29] Dari awal kependudukan Eropa, harimau Tasmania jarang terlihat, tetapi mulai melakukan serangan terhadap domba; hal ini menyebabkan adanya hadiah untuk mengontrol jumlah harimau Tasmania. Van Diemen's Land Company memperkenalkan hadiah untuk harimau Tasmania dari awal tahun 1830 dan antara 1888 sampai 1909 pemerintah Tasmania membayar £1 untuk kepala harimau Tasmania (10 shilling untuk anak harimau Tasmania). Mereka membayar 2.184 hadiah, tetapi diketahui bahwa lebih banyak harimau Tasmania terbunuh daripada yang dinyatakan.[22] Kepunahannya diakibatkan oleh usaha petani dan pemburu bayaran.[22] Namun, diketahui terdapat faktor lain yang menyebabkan kepunahannya, termasuk kompetisi dengan anjing liar (dibawa oleh pendatang baru),[41] erosi habitat, kepunahan spesies mangsa dan penyakit pada binatang yang juga mempengahuri banyak spesimen penangkaran pada saat itu.[19][42]
Apapun alasannya, harimau Tasmania menjadi sangat langka di alam bebas pada akhir tahun 1920-an. Terdapat beberapa usaha untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan. Catatan pada komite manajemen Wilsons Promontory yang dicatat pada 1908 termasuk rekomendasi untuk harimau Tasmania untuk diperkenalkan kembali pada beberapa lokasi yang tepat di tanah utama Victoria. Pada tahun 1928, Tasmanian Advisory Committee for Native Fauna merekomendasikan tempat untuk melindungi harimau Tasmania yang tersisa, dengan tempat potensial habitat yang pas termasuk daerah Arthur-Pieman di Tasmania barat.[43]
Harimau Tasmania liar yang terakhir kali diketahui dibunuh dengan cara ditembak tahun 1930 oleh petani Wilf Batty di Mawbanna, di timur laut Tasmania. Harimau Tasmania (dipercaya laki-laki) terlihat di kandang ayam Batty selama beberapa minggu.[44]
Harimau Tasmania terakhir yang diketahui difoto oleh Kebun Binatang Hobart tahun 1933. Kantung skrotum tidak terlihat pada foto atau film lainnya yang diambil, menyebabkan anggapan bahwa "Benjamin" berjenis kelamin wanita, tapi tidak mungkin terlihatnya kantong skrotum pada harimau Tasmania.
Benjamin dan pencarian
[f]
Harimau Tasmania terakhir, nantinya merujuk sebagai Benjamin(walaupun jenis kelaminnya belum dikonfirmasi) ditangkap pada tahun 1933 dan dikirim ke Kebun Binatang Hobart. Benjamin hidup disana selama tiga tahun. Benjamin meninggal pada tanggal 7 September 1936. Benjamin dipercaya meninggal karena akibat dari kelalaian — terkunci diluar sarang tempat tidur, diketahui terbakar panas pada siang hari dan temperatur dingin di malam hari.[45] Film harimau Tasmania bergerak terakhir yang diketahui sepanjang 62 detik yang merupakan rekaman hitam putih Benjamin melangkah mundur dan maju pada pagar dan rekaman ini diambil tahun 1933.[46][g] National Threatened Species Day diadakan tiap tahun pada tanggal 7 September di Australia untuk mengenang Benjamin. Perayaan ini dirayakan sejak tahun 1996.[47]
Walaupun terdapat gerakan konservasi untuk perlindungan harimau Tasmania sejak tahun 1901, karena meningkatnya kesulitan mendapat spesimen untuk koleksi luar negeri, kesulitan politik mencegah bentuk perlindungan sampai tahun 1936. Perlindungan resmi spesies oleh pemerintah Tasmania diperkenalkan pada tanggal 10 Juli 1936, 59 hari sebelum spesimen terakhir meninggal di penangkaran.[48]
Hasil dari pencarian yang berikut menandakan kemungkinan kuat selamatnya spesies ini di Tasmania pada tahun 1960-an. Pencarian oleh Dr. Eric Guiler dan David Fleay di barat-laut Tasmania menemukan jejak kaki yang mungkin milik harimau Tasmania, vokalisasi yang terdengar yang cocok untuk deskripsi harimau Tasmania, dan bukti bersifat anekdot yang dikumpulkan dari orang yang menyatakan melihat binatang itu. Namun, tidak ada bukti meyakinkan yang ditemukan bahwa harimau Tasmania masih selamat di alam bebas.[3]
Harimau Tasmania mendapat status "spesies terancam" sampai tahun 1986. Standar internasional menyatakan bahwa binatang apapun yang spesimennya tidak ditemukan selama 50 tahun dapat dinyatakan punah. Karena tidak ada bukti keberadaan harimau Tasmania yang ditemukan sejak kematian Benjamin tahun 1936, harimau Tasmania menemui kriteria resmi dan dinyatakan punah oleh IUCN.[2] The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) lebih berhati-hati dengan memberikan status "mungkin punah" pada harimau Tasmania.[49]
Penglihatan yang belum dikonfirmasi
Walaupun harimau Tasmania secara resmi punah, banyak orang percaya binatang ini masih ada. Beberapa orang mengklaim melihat harimau Tasmania di Tasmania, bagian lain Australia dan bahkan di Irian Jaya, Indonesia, didekat perbatasan dengan pulau Papua. The Australian Rare Fauna Research Association melaporkan mendapat 3.800 laporan penglihatan pada data dari tanah utama Australia sejak kepunahan tahun 1936,[50] sementara Mystery Animal Research Centre of Australiamenerima 138 laporan penglihatan setelah tahun 1998, dan Departemen Konservasi dan Pengelolaan Tanah menerima 65 laporan penglihatan di Australia Barat selama periode yang sama.[25] Peneliti harimau Tasmania Buck dan Joan Emburg dari Tasmania melaporkan 360 penampakan di Tasmania dan 269 penampakan di daratan Australia pada abad ke-20 setelah kepunahan, figur mengikuti dari jumlah sumber.[51] Di tanah utama Australia, penglihatan paling sering terlihat di Victoria selatan.[52]
Gambaran artis tentang dua harimau Tasmania tahun 1883.
 Penglihatan rubah merah (pertama kali diperkenalkan awal tahun 1864 dan kembali diperkenalkan sekitar tahun 2000)[53][54] di Tasmania direspon dengan sangat serius, meskipun hanya sedikit bukti kehadiran spesies itu di pulau [55][56][h] Sementara Fox Free Tasmanian Taskforce menerima dana dari pemerintah, tidak ada lagi dana untuk pencarian rubah merah. Kesulitan melokasi rubah di alam Tasmania untuk beberapa kesempatan keselamatan harimau Tasmania dari kontak manusia.[53]
Meskipun banyak penglihatan dengan cepat hilang, beberapa mengeluarkan publisitas yang besar. Pada tahun 1982, peneliti Hans Narding dari Tasmania Parks and Wildlife Service, mengamati harimau Tasmania 3 menit selama malam di tempat dekat sungai Arthur di barat laut negara bagian tersebut. Pengamatan menyebabkan pencarian luas yang didanai pemerintah.[57] Pada bulan Januari tahun 1995, petugas melaporkan melihat harimau Tasmania di Pyengana, timur laut Tasmania pada pagi hari. Pencarian selanjutnya tidak menemukan adanya jejak binatang tersebut.[58] Pada tahun 1997, dilaporkan bahwa penduduk asli dan misionaris didekat Gunung Cartenz di Irian Jaya,[i] telah melihat harimau Tasmania. Penduduk lokal rupanya tahu tentang harimau Tasman selama beberapa tahun tetapi belum membuat laporan resmi.[59] Pada bulan Februari tahun 2005, Klaus Emmerichs, turis Jerman mengklaim mengambil foto harimau Tasmania yang ia lihat di dekat Taman Nasional danau St Clair­gunung Cradle, tetapi keaslian foto itu masih belum terjamin.[60] Foto tersebut tidak dipublikasi sampai bulan April tahun 2006, 14 bulan setelah penampakan. Foto itu, yang hanya menunjukan punggung harimau Tasmania dikatakan oleh yang mempelajarinya untuk menjadi tidak meyakinkan sebagai bukti bahwa harimau Tasmania masih belum punah.[61][62] Hadiah
Pada tahun 1983, Ted Turner menawarkan hadiah $100,000 untuk bukti keberadaan Thylacine.[63] Namun, sebuah surat dikirim sebagai jawaban atas suatu penyelidikan oleh pencari harimau Tasmania, Murray McAllister, pada tahun 2000 yang diindikasikan bahwa hadiah itu telah ditarik mundur.[64] Pada bulan Maret 2005, majalah berita Australia The Bulletin, sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya yang ke-125, menawarkan hadiah $1.25 juta untuk harimau Tasmania yang hidup. Ketika penawaran ditutup pada akhir Juni 2005 tidak ada satupun yang mendapatkan bukti keberadaan binatang tersebut. Sebuah penawaran $1.75 juta ditawarkan oleh Pengurus tamasya Tasmania, Stewart Malcolm.[61] Perangkap ilegal dibawah aturan perlindungan harimau Tasmania, sehingga hadiah apapun yang dibuat untuknya tidak sah, karena lisensi perangkap tidak akan dikeluarkan.[63]
Riset modern dan proyek

Spesimen Taksidermi
Detail tengkorak dari kerangka lengkap di Museum Tasmania dan Galeri Seni, Hobart, Tasmania.


Rekaman seluruh spesimen, banyak yang merupakan koleksi Eropa, yang sekarang disimpan di International Thylacine Specimen Database. Museum Australia di Sydney mulai melakukan proyek kloning sejak tahun 1999.[65] Hasilnya digunakan untuk materi genetika dari berbagai spesimen yang diambil dan dipelihara pada awal abad 20 untuk mengkloning individu baru dan mengembalikan spesies dari kepunahan. Beberapa pakar mikrobiologi serius telah menganggap remeh proyek sebagai akrobat PR dan anjuran pemimpinnya, Profesor Mike Archer, menerima nominasi tahun 2002 untuk penghargaan Bent Spoon orang Australia yang suka meragui untuk "pelaku bagian paling tidak masuk akal atau secara ilmiah tidak masuk akal".[66]
Pada akhir tahun 2002, para ilmuan berhasil mendapat DNA harimau Tasmania yang dapat direplikasi.[67] Pada tanggal 15 Februari 2005, museum mengumumkan akan menghentikan proyek setelah uji coba menunjukan DNA yang didapat dari spesimen terlalu terdegradasi untuk digunakan.[68][69] Pada bulan Mei tahun 2005, profesor Michael Archer, ketua ilmu pengetahuan Universitas New South Wales, mantan direktur museum Australia dan ahli biologi evolusioner mengumumkan bahwa proyek diulang kembali oleh grup universitas dan institut penelitian yang tertarik.[61][70]
[2]
International Thylacine Specimen Database (ITSD) selesai pada April 2005 dan merupakan puncak proyek penelitian 4 tahun untuk katalog dan foto digital, jika mungkin, semua koleksi pribadi dan material spesimen harimau Tasmania yang diketahui[j] selamat. Catatan diadakan di Zoological Society of London.
 Pada tahun 2008, ilmuwan Andrew J. Pask, Richard R. Behringer1 dan Marilyn B. Renfree melaporkan bahwa mereka berhasil merestorasi kemampuan gen Col2A1 yang didapat dari jaringan harimau Tasmania berusia 100 tahun dari koleksi museum. Mereka lalu menghidupkan kembali gen tersebut di dalam embrio tikus. Penelitian ini diharap dapat mengembalikan populasi harimau [71] [72]
Referensi budaya
Pada lambang Tasmania terdapat harimau Tasmania sebagai pendukung.
Harimau Tasmania digunakan sebagai simbol Tasmania. Binatang ini muncul pada lambang negara Tasmania. Harimau Tasmania digunakan pada logo resmi pariwisata Tasmania dan dewan kota Launceston. Sejak tahun 1998, harimau Tasmania ada pada plat lisensi mobil Tasmania.
Keadaan buruk harimau Tasmania muncul pada kampanye The Wilderness Society berjudul Kami terbiasa berburu harimau Tasmania. Harimau Tasmania muncul pada produk bir Cascade Brewery dan pada iklan televisinya. Pada permainan video, Ty the Tasmanian Tiger adalah bintang dari triloginya
sendiri. Pada awal tahun 1990-an, acara kartun "Taz-Mania" menunjukan karakter Wendell T. Wolf sebagai serigala Tasmania terakhir yang selamat. Tiger Tale adalah cerita anak-anak berdasarkan mitos Aborigin tentang bagaimana harimau Tasmania mendapat garisnya. Harimau Tasmania adalah maskot untuk tim kriket Tasmanian Tigers dan juga muncul pada perangko di Australia, Guinea Khatulistiwa, dan Mikronesia.[73]
Catatan
^
a.         Maupun nama alternatif, harimau Tasmania merujuk pada nama lain, yang sering membuat identifikasi jelas spesies pada kesulitan catatan. Nama lain oleh yang kadang-kadang diidentifikasi termasuk serigala marsupialia, Hyena, serigala Zebra, serigala Kangguru, Oposum Zebra, Harimau Marsupialia, Kucing Harimau, Serigala kantong perut Tasmania dan Oposum Hyena.
b. ^ Skrotum sangat unik pada marsupialia -- spesies marsupialia satu-satunya yang memiliki fitur ini adalah oposum air, Chironectes minimus yang ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

^
c.         Beberapa penulis bergerak lebih jauh untuk berdalil bahwa rahang harimau Tasmania dewasa dan lompatannya merupakan untuk berburu emu dan baik dengan mematahkan lehernya maupun urat darah halus lehernya.
d. ^ Berdasarkan catatan yang dapat dipercaya, Robert Paddle menentang bahwa predator domba dan unggas mungkin dilebih-lebihkan, mengusulkan harimau Tasmania digunakan sebagai korban tepat untuk kesalahan manajemen peternakan domba dan figurnya sebagai pembunuh unggas mempengaruhi kesadaran publik oleh foto yang diambil oleh Henry Burrell tahun 1921.[74]

^
e.         Catatan keselamatan harimau Tasmania di Australia Selatan berlangsung lama sampai tahun 1840-an dari sumber penduduk asli dan Eropa.[75]
f. ^ Frank Darby, yang mengklaim pernah menjadi penjaga di Kebun Binatang Hobart mengusulkan Benjamin sebagai nama binatang peliharaan di artikel koran bulan Mei tahun 1968. Namun, tidak ada dokumentasi yang mengusulkan bahwa harimau Tasmania itu pernah memiliki nama binatang peliharaan dan Alison Reid (kurator secara de facto di kebun binatang saat itu) dan Michael Sharland (wartawan untuk kebun binatang) menolak bahwa Frank Darby pernah bekerja di kebun binatang atau nama Benjamin digunakan. Darby juga muncul menjadi sumber bahwa harimau Tasmania terakhir berjenis kelamin laki-laki.[76]

^
g.         Pantat juru potret, penyelidik alam David Fleay digigit ketika merekam film, membiarkan ucapan ancaman dan vokalisasi desis oleh harimau Tasmania.[46]
h. ^ 4 bangkai rubah, sampel dan jejak kaki yang mungkin ditemukan di pulau sejak tahun 2001.
i. ^ Dingo, musuh dari harimau Tasmania kini langka, jika tidak punah, di Irian Jaya.[77]
j.          ^ Kulit kadang-kadang berubah menjadi kepemilikan pribadi, seperti kulit Wilson yang dibeli oleh Museum Nasional Australia tahun 1987.[43]