Tampilkan postingan dengan label ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ternak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Manfaat Dan Khasiat Bisa Racun Kalajengking






Bisa dan racun tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerja bisa dan racun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan. Di antaranya untuk penghilang rasa sakit, pengencer darah, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, antikejang bahkan diteliti untuk anti-HIV. Pemanfaatan bisa dan racun itu dipaparkan oleh Prof P Gopalakrishnakone PhD DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore dalam the 2nd National Symposium “The Recent Advances in Critical Care Management of Trauma Cases” yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Sabtu (19/7).
Kini ilmuwan dari University of Leeds telah menemukan bahwa racun margatoxin yang terdapat pada kalajengking kulit kayu (bark scorpion) di Amerika Tengah bisa menjadi solusi untuk mencegah kegagalan cangkok vena.. Hasil penelitian yang diterbitkan secara online di Cardiovascular Research menemukan racun tersebut memiliki kekuatan minimal 100 kali lebih kuat dibanding senyawa lain.
Racun kalajengking ternyata dapat dipakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif ke sel-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan. Sejauh ini teknik ini telah diuji pada 18 pasien, dan percobaan medis masih terus dilakukan, hasilnya sementara menunjukkan bahwa proses pengobatan ini dapat diterima tubuh dan efektif. Analisis menunjukkan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat disuntikkan. radiasi tersebut juga bekerja disekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.
Peneliti Inggris mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypass jantung. Jika seseorang mengalami gangguan pada jantung, maka perawatan yang diperlukan adalah melakukan operasi bypass. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang diketahui memiliki penyakit koroner berat sehingga berisiko terkena serangan jantung.Selama operasi, arteri atau vena sehat yang berasal dari bagian tubuh lain dihubungkan ke arteri koroner yang tersumbat. Rute baru ini akan membawa darah yang kaya oksigen ke otot jantung. Namun operasi ini bisa gagal jika cangkokan pembuluh vena ini tersumbat.
“Racun ini bekerja dengan menekan respon alami pembuluh darah terhadap cedera sehingga menjaga pembuluh darah tetap bersih. Efektivitas toksin ini membuat kami terkejut dan hanya dibutuhkan sedikit molekul untuk mendapatkan efeknya,” ujar ketua penelitti Profesor Beech, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (23/102010).
Profesor Beech mengungkapkan margatoxin ini kemungkinan bisa diberikan dalam bentuk obat yang ditelan, dihirup ataupun disuntikkan. Tapi bisa juga berpotensi sebagai obat spray ke pembuluh darah itu sendiri sambil menunggu operasi pencangkokan jantung.
Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit jantung yang ditakutkan, dan operasi by pass yang berjalan sukses bisa bertahan sekitar 10-15 tahun. Diharapkan dengan ditemukannya margatoxin dari kalajengking kulit kayu ini bisa mengurangi angka kegagalan operasi bypass pada pasien jantung, sehingga bisa meningkatkan harapan hidupnya.

Hamster #5b : Profil Hamster Campbell

Hamster Campbell (Phodopus campbelli) adalah salah satu spesies hamster. Hamster ini ditemukan oleh W.C. Campbell tahun 1902 di Tuva, daerah yang secara geografis dan sejarah terhubung dengan Tiongkok dan Rusia. Hamster ini juga hidup di Asia Tengah, pegunungan Altay, dan provinsi Heilungkiang dan Hebei di Tiongkok timur laut. Habitat aslinya adalah padang rumput, padang pasir dan semi gurun, lebih dapat ditemukan hidup pada tanah dengan substrat lebih kuat daripada roborovski Hamster tidak suka keadaan berair, panas, dan berangin.. Biasanya di alam lebih sering memakan biji-bijian dan serangga. Campble adalah hewan nokturnal. Masa kehamilannya 20-22 hari. Pada tahun pertama meraka sangat produktif untuk berkemmbang biak. Hamster champbell adalah hamster yang galak. Dan perlu di juga anda untuk rutin membersihkan kandangnya agar terhindar dari penyakit.
Dan Berikut ini Ciri-ciri jenis Hamster Chambel berdasarkan warna:
Dominan(normal) : Hamster ini adalah keculi ada beberapa faktor yang dapat jenis asli dari Chambel. yang belum mngubah warna tubuhnya. Dan tercampur dengan perkawinan Hamster Corral hampir sama dengan silang(bisa di katakan murni). Berwarna Black. Tetapi ada perbedaan sedikit Coklat dan memiliki garis hitam di pada hamster Corral yaitu di bagian punggung dan mata hitam.

leher terdapat lingkaran putih, mata hitam, dan daun telinga berwarna abu-abu gelap.

Dominan Champbell
Panda : Memiliki warna putih dan Blackbeer Champbell
bercak-bercak hitam. Di bagian bulu
atas kepala berwarna hitam. Memiliki Albino : warna bulu semua putih. Mata
warna mata hitam. berwarna merah dan

Albino Champbell
Argente Red Eye: Punggung berwarna orange cerah dan garis berwarna coklat. Mata merah dan daun telinga merah muda/pink. Perut berwarna putih.
Argente Red Eye Champbell
Argente black Eye: Bagian belakang tubuhnya berwarna krim dengan strip coklat dan memiliki garis lengkung orange. Bagian perut berwarna putih gading ada lapisan coklat gelap dibawah. Garis punggung berwarna coklat gelap, mata hitam dan memiliki daun telinga merah muda/pink.
Argente Black Eye Champbell
Opal : Bagian bulu belakang berwarna abu-abu asap dengan strip biru, warna perut putih mati dan dibawahnya ada lapisan abu-abu yang lembut. Garis punggung berwarna abu-abu gelap. Mata hitam dan daun telinga juga berwarna sama yaitu abu-abu gelap

Opal Champbell
Lilac Fawn : Warna bulu coklat muda dilapisi dengan biru keabu-abuan. Garis punggung berwarna biru ke abu­abuan lembut. Mata hitam dan daun telinga abu-abu.

Lilac Fawn Champbell
Blue Fawn : Warna krim tua dengan warna biru dan lapisan bawah biru keabu-abuan. Mata merah dan daun telinga berwarna merah muda/pink.

 

Blue Fawn Champbell
Black Eye Lilac : Warna bulu adalah ungu ke abu-abuan lembut dengan mata hitam dan telinga abu-abu.
Black Eye Lilac Champbell
Red Eye Lilac : Warna bulu adalah ungu ke abu-abuan lembut dengan mata merah dan telinga merah muda/pink. Untuk membedakan warna dengan dove, warna dove cenderung lebih gelap dan lilac terang.
Red Eye Lilac Champbell
Blue : Warna biru ke abu-abuan dengan mata hitam dan telinga abu-abu.

Blue Champbell
Hamster Dove : Warna gelap merpati (abu-abu kecoklatan) dengan mata merah dan telinga merah muda/pink. Untuk membedakan warna dengan lilac, warna dove cenderung lebih gelap dan lilac terang

Dove Champbell
Chocolate : Warna coklat gelap dengan mata hitam dan telinga abu-abu.
 


Cocolate Chambell
Beige : Warna krim muda kekuningan. Garis punggung berwarna coklat. Mata merah dan daun telinga berwarna abu-abu.
Beige Champbell
Blue Beige : Warna krim dengan warna kebiruan dan lapisan bawah berwarna abu-abu. Mata merah dan telinga kulit berwarna abu-abu.


Blue Beige Champbell
Champagne : Warna krim ternag dengan mata merah dan daun telinga merah muda/pink.


Hamster Mottled Campbell : hampir sama dengan panda. Warna dasar putih dengan corak hitam dan abu-abu, terdapat garis dipunggung, keunikannya memiliki bentuk segitiga dikepalanya, lincah, jinak, termasuk mini hamster
Mottled Champbell
Bandit Champbell : warna dominasi hitam dan putih, terdapat warna putih melingkari leher, lincah, jinak, termasuk mini hamster

Bandit Champbell
 

 

Hamster #5a : Gen Gen Hamster Campbel

Gen Gen Hamster Campbel atau kode gen: 1. kode 1 gen hamster campbell (hanya memiliki 1 kode gen) dd : opal aa : black pp : argente mata merah Hamster Campbell Blue Fawn memiliki kode gen ddpp, dimana dapat dibuat dengan mengkawinkan hamster campbell opal (dd) dengan argente mata merah (pp). Hamster Blue Campbell memiliki kode gen aadd yang dapat dibuat dengan cara menyilangkan hamster campbell opal (dd) dengan hamster campbell black (aa). Terakhir adalah hamster campbell Lilac yang mempunyai kode gen aaddpp (3 gen).

Status konservasi termasuk Risiko Rendah, Nama binomial Phodopus campbelli
Klasifikasi ilmiah Hamster Campbel
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Cricetidae
Upafamili: Cricetinae
Genus: Phodopus
Spesies: P. campbelli

Di dalam tubuh setiap hamster, tersimpan kode gen tertentu yang diturunkan dari kedua ortunya. Ada kode gen untuk warna, ada kode gen untuk jenis bulu, ada kode gen utk corak atau pola warna, dan ada kode gen untuk sifat/karakter gen itu (bukan karakter hamsternya). Untuk jenis hamster campbell, awam men…genal atau membedakan variannya berdasarkan warna dan corak. Tapi kebanyakan tidak memahami kode gen di balik warna-warna itu. Makanya jadi membingungkan kalo ada anak hamster yang warnanya menyimpang jauh dari warna kedua orang tuanya. Karena, anak hamster mendapatkan warna bulunya bukan dari penampakan warna dr kedua orang tuanya, tapi dari percampuran pasangan gen warna di dalam tubuh kedua orang tuanya.
Untuk warna-warna campbell, dikenal gen 1 warna, gen 2 warna, gen 3 warna dan gen 4 warna.


Gen 1 warna:
Agouti/Normal (kode gen ++) – mata hitam (ini warna dari alam, nenek
moyangnya hamster) Black (aa) – matanya hitam Argente mata hitam (bb) Albino (cc) – mata merah terang/nyala/pink Opal (dd) – mata hitam Argente mata merah (pp) Catatan: Argente dan opal merupakan hasil mutasi dari agouti secara alami. Sementara Black dan Albino masuk kategori self colors yg bukan mutasi dr agouti.


Gen 2 warna
Chocolate (aabb) – mata hitam
Blue (aadd) – mata hitam
Dove (aapp) – mata merah
Beige (bbpp) – mata merah (belum ada di Indonesia)
Lilac Fawn (bbdd) – mata hitam (belum ada di Indonesia)
Blue Fawn (ddpp) – mata ruby



Gen 3 warna
Lilac mata ruby (aaddpp)
Lilac mata hitam (aabbdd) (belum ada di Indonesia)
Dark Beige (aabbpp) – mata ruby (belum ada di Indonesia)
Blue Beige (bbddpp) – mata ruby (belum ada di Indonesia)



Gen 4 warna
Champagne (aabbddpp) – mata ruby (belum ada di Indonesia)


Kode gen utk corak/pola bulu, jenis bulu (panjang, pendek, mengkilap), dan lain-lain:
1. Mottled/atau bercorak dgn mata merah atau ruby (kode gen Mi)
2. Mottled/atau bercorak dgn mata hitam (Mo)
3. Platinum (Sisi) – mata item atau merah Satin Opal Platinum  (ini seperti pola warna agouti yang di-wash out (belel) kayak celana jeans
4. Satin (sasa) – mata item atau merah Satin LIlac dan Satin Blue Fawn Cat: Coating satin membuat bulu hamster tampak basah/berminyak. Coating satin pada hamster berwarna putih cenderung membuat warnanya jadi kekuningan, atau kelihatan seperti kotor. Semakin tua hamsternya, semburat kuningnya semakin jelas. Satin coat juga cenderung membuat warna hamster yang lebih cerah jadi tampak lebih gelap. Spt lilac satin cenderung lebih gelap dari lilac non satin. Biasanya hamster yang mendapat coating satin, bulunya cenderung lebih panjang dari non satin.
5. Wavy (wawa) – mata item atau merah Cat: Coating wavy ini lebih panjang dari bulu satin atau bulu normal. Sesuai namanya, bulu hamster tampak berombak. Kumisnya pun keriting. Ini terlihat di usia muda. Saat menua, bulu yang berombak tadi rontok, tapi kumis tetep keriting.
6. Rex (rxrx) – mata item atau merah Cat: Coating Rex membuat bulu hamster terasa lebih lembut, lebih pendek, dan keriting/kriwil. Begitu juga kumisnya, gak lurus tp agak keriting.
7. Umbrous (uu) – mata item atau merah (ini adalah gen yang membuat keruh warna asli hamster (seperti habis guling2 di jelaga). Jadi kalo warna aslinya agouti, maka namanya umbrous agouti, dst. ) Satin Umbrouse Agouti
8. dilute (didi)- mata hitam atau merah adalah gen yang membuat luntur/melemah/kusam warna asli hamster (pada tingkat ekstrem bisa menjadi warna putih). Kalo warna aslinya agouti, maka namanya diluted agouti, dst)
9. Black Eye White (Sisi-didi) atau masking gen
10.Red Eye White ((Si-pp-didi) atau maskin gen Catatan:
-Red Eye White berbeda dengan albino. Red Eye White atau REW sebenarnya adalah percampuran gen platinum dgn gen dilute. Hasilnya begitu ekstrem shg tidak tersisa warna lain selain warna putih dan warna matanya (kalau merah berarti REW, hitam berarti BEW). Istilah lainnya adalah masking gen. ibarat jemaah haji di mekkah, semua pake baju putih, tapi di balik baju ihram, warna kulitnya beda-beda… ada arab, afrika, asia, eropa, dst
�.-Campbell dengan kode gen Mo (mottled mata hitam) dan Si (platinum), dikenal memiliki karakter gen yang dominan, sementara yang lain resesif. Artinya, untuk mendapatkan anak hamster yang memiliki corak/pola (tidak polos), cukup salah satu dari ayah atau ibunya yang dominan. Sebaliknya, kedua ortunya membawa karakter gen resesif, anak-anaknya tidak akan mendapat bulu yang bercorak/berpola. Kecuali dia membawa/carier gen bercorak, atau merupakan anakan dari hamster berpola/corak.
�.-Campbell dengan kode gen Mi (mottled dgn mata dark ruby) dan Si dikenal memiliki sifat gen yang lethal. Jika kedua ortunya sama-sama membawa sifat gen lethal, maka sebagian anak-anaknya akan cacat (eyeless, toothless, atau dua2nya), dan gak akan bertahan hidup sampai masa sapih.

Beberapa contoh sederhana:
A. pasangan black (aa) sama Argente mata merah (pp) menghasilkan kemungkinan anak-anak:
1. black (aa)
2. argente mata merah (pp)
3. dove (aapp)
4. Agouti (++) b.
B. Pasangan Platinum Black (kodenya aa-Si) dengan Diluted Argente mata merah (pp­didi) akan menghasilkan kemungkinan2 anak-anak:
1. Platinum Black (aa-Si)
2. Platinum Dove (aapp-Si)
3. black (aa)
4. Argente (pp)
5. Dove (aapp)
6. Diluted Argente mata merah (pp-didi) – sepintas seperti albino (cc) padahal bukan
7. Argente (pp)
8. Red Eye White – sepintas seperti albino padahal bukan
9. Black Eye White
10. Agouti


C. Pasangan putih polos mata merah dengan putih polos mata merah (keduanya tidak jelas anakan dari apa, sehingga blm diketahui bawaan gennya), akan menghasilkan banyak sekali kemungkinan2:
1. keluar warna argente, berarti salah satu dr ortunya membawa gen warna argente, dst.
2. keluar platinum argente, berarti salah satu dr ortunya membawa gen  corak/pola
platinum
3. dst


Rabu, 13 Maret 2013

Hamster #0 : Sekilas Tentang Hamster


Kerajaan:
 Animalia
Filum:
 Chordata
Kelas:
 Mammalia
Ordo:
Rodentia
Sub-Ordo:
Myomorpha
Superfamili:
 Muroidea
Famili:
 Cricetidae
Subfamili:
Cricetinae

Fischer de Waldheim, 1817

Hamster adalah binatang kecil yang termasuk dalam ordo Rodentia. Atrinya, hamster termasuk dalam kelompok binatang pengerat seperti halnya kelinci, marmut, dan tikus. Walau demikian, orang - terutama di Indonesia - sering salah menyebut hamster sebagai tikus atau marmut. Tentu saja ini salah, karena mereka jelas berbeda. Dibandingkan tikus, hamster memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat, berbulu (tikus nyaris tidak berbulu), memiliki aneka warna bulu, serta ekor pendek dant tertutup bulu. Dibandingkan marmut, jelas hamster memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil.

Hamster suka sekali meliang
Hamster bukanlah binatang asli Indonesia. Kebanyakan hamster berasal dari daerah sub-tropis sebelah utara, terutama sekitar Rusia, Mongolia, Cina bagian utara, dan Siria. Ada banyak ragam hamster di dunia. Walau demikian, hanya ada 4 jenis hamster yang umum dipelihara di Indonesia, yakni Hamster Siria, Hamster Campbell, Hamster Winter White, dan Hamster Roborovskii. Ada beberapa orang yang menyebut Hamster Cina. Hamster ini tidak populer di Indonesia dikarenakan proses pemeliharaannya yang tidak mudah, serta perkembangbiakannya yang relatif sulit.
Awalnya hamster digunakan sebagai binatang media percobaan di laboratorium. Seiring berjalannya waktu, hamster mulai dikenal sebagai binatang peliharaan. Wajah hamster yang lucu dan menggemaskan membuat banyak orang terpikat. Selain itu, memelihara hamster juga memerlukan usaha yang sangat minimal. Pemilik hamster cukup menyediakan aquarium, serbuk kayu untuk media tidur dan penyerap kotoran, botol minum, serta makanan yang memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan gizi hamster. Semuanya sangat mudah.
Tidak semua jenis hamster mudah dipelihara. Pengetahuan teknis untuk memelihara hamster mutlak diperlukan. Beberapa jenis hamster, seperti Campbell mengenali lingkungannya dengan mencicipi (menggigit) untuk orang yang belum paham betul dengan perangai Campbell, bisa dipastikan akan sering digigit. Gigitan hamster tidaklah berbahaya, walaupun seringkali mengakibatkan tangan berdarah.
Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Bentuknya yang mini membuat hamster mudah untuk dibawah kemana-mana dan tidak memerlukan kandang yang terlalu besar untuk merawatnya[1]. Hamster termasuk ke dalam subfamili cricetinae. Subfamili ini terbagi ke dalam sekitar 18 spesies, yang diklasifikasikan ke dalam enam atau tujuh genus.
Karakteristik
Hamster memiliki badan yang gemuk, dengan ekor yang lebih pendek daripada badannya dan memiliki telinga yang berbulu, kaki yang lebar, pendek dan pendek gemuk. Hamster memiliki bulu yang tebal dan panjang, dan bulunya memiliki berbagai warna tergantung spesies hamster tersebut, contohnya hitam, abu-abu, putih, coklat, kuning dan merah. Bagian bawah hamster berwarna putih sampai abu-abu dan hitam. Hamster Dzhungaria - dikalangan hobiis dikenal sebagai Hamster Winter White (Phodopus sungorus) dan hamster kerdil bergaris (Cricetulus barabensis) memiliki garis hitam dibawah bagian tengah punggung. hamster kerdil padang pasir (genus Phodopus) adalah hamster terkecil, dengan panjang badan 5 sampai 10 sentimeter (sekitar 2 sampai 4 inci) , sedangkan hamster terbesar adalah hamster Eropa (Cricetus cricetus), dengan panjang badan lebih dari 34 sentimeter, tidak termasuk ekor pendek yang memiliki panjang 6 sentimeter.


Habitat
Habitat hamster di utara terletak dari Eropa tengah sampai Siberia, Mongolia, dan Tiongkok utara sampai Korea. Habitat hamster di selatan membentang dari Suriah sampai Pakistan. Mereka hidup di perbatasan padang pasir, bukit pasir yang divegetasi, bukit di kaki gunung dan dataran rendah yang bersemak-semak dan berbatu, sungai di lembah, dan padang rumput yang luas, beberapa juga tinggal di ladang tanam. Sebaran geografi menggambarkan kelompok spesies hamster, contohnya hamster eropa ditemukan di Eropa tengah dan Siberia barat serta Tiongkok barat laut, sedangkan hamster siria (dalam beberapa artikel disebut sebagai hamster golden atau hamster emas) hanya ditemukan di kota kecil di Suriah barat laut.[2]

Kelakuan
Hamster biasanya bersifat diam dan nokturnal walaupun juga dapat dikatakan krepuskular dan mereka kadang-kadang aktif pada awal pagi hari atau akhir sore. Mereka adalah penggali yang baik, membuat lubang dengan pintu masuk satu atau lebih dan dengan galeri yang terhubung dengan kamar mereka untuk sarang, gudang makanan dan aktivitas lainnya. Tidak ada hamster yang berhibernasi selama musim dingin, tetapi beberapa pengalaman periode torpor terjadi selama beberapa hari sampai beberapa bulan.[2]


Lama hidup
Hamster Suriah biasanya hidup tidak lebih dari 3 tahun jika dipelihara, dan hidup lebih pendek dari 3 tahun jika hidup di alam bebas. Hamster winter white hidup kurang lebih 1.5 sampai 2 tahun jika dipelihara, dan hamster Cina 2.5 sampai 3 tahun. Hamster roborovskii yang lebih kecil hidup 3 sampai 3.5 tahun jika dipelihara. Baik hamster siria maupun hamster dapat memulai reproduksi ketika berumur 4-5 minggu. Hamster cina dapat melakukan reproduksi ketika berumur 2-3 bulan, dan hamster roborvski pada umur 3-4 bulan.


Seekor Hamster Roborovski.


Hamster sebagai binatang peliharaan
Spesies yang pertama kali dikenal di Indonesia adalah hamster emas (Mesocricetus auratus). Hamster ini merupakan spesies yang paling banyak dipelihara orang. Toko binatang peliharaan banyak yang memanggil mereka "beruang madu," "panda," "beruang hitam", "beruang hitam Eropa", "beruang kutub", dan "dalmantian," tergantung dari warnanya. Juga ada beberapa variasi, termasuk yang berambut panjang yang tumbuh rambut beberapa sentimeter dan selalu memerlukan perhatian khusus.
Hamster lain yang dipelihara orang ada 4 spesies dari hamster kerdil. Hamster kerdil Campbell (Phodopus campbelli) adalah hamster yang paling banyak dipelihara di antara 4 spesies itu dan kadang dipanggil orang "kerdil Rusia", banyak hamster yang berasal dari Rusia. Kulit hamster kerdil putih Rusia (Phodopus sungorus) menjadi putih saat musim dingin. Hamster Roborovski (Phodopus roborovskii) sangat kecil dan cepat. Hamster Tiongkok (Cricetulus griseus) bukan "hamster kerdil" yang sebenarnya,, hanya hamster dengan ekor sekitar 4 sentimeter - hampir semua hamster punya ekor yang sangat pendek
Banyak pemelihara yang menginginkan hamster mereka berkembang biak memproduksi hamster yang bagus dan sehat dengan menyimpan 1 atau 2 sehingga kualitas dan temperamen adalah kebutuhan vital saat merencanakan perkembang biakan. Mungkin akan ada hasil dari kehamilan direncanakan dan tidak direncanakan, tapi hamster sering diurus dengan baik dan menjadi hewan peliharaan yang enak dipelihara. Membeli hamster mengarahkan dari pemelihara berarti bahwa ada kesempatan untuk melihat orang tua mereka dan mengetahui tanggal lahir hamster itu untuk dijual.

Binatang yang mirip
Terdapat beberapa hewan pengerat yang kadang-kadang disebut sebagai hamster, tetapi mereka tidak termasuk dalam klasifikasi subfamili cricetinae, contohnya hamster bermahkota yang sebenarnya adalah tikus Lophiomys imhausi, contoh lainnya adalah tikus Calomyscus spp. dan Mystromys albicaudatus.

Rabu, 09 Mei 2012

Budidaya JANGKRIK



Kebutuhan akan jangkrik sangat tinggi seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan serta perubahan gaya hidup . Pemanfaatan jangkrik sebagai pakan hewan piaraan, hewan ternak , bahan obat obatan dan bahan kosmetik telah menyediakan jangkrik untuk dapat terus berkembang . Pemasaran Jangkrik baik pada skala rumah tangga maupun skala usaha menengah , sangat mudah karena hampir setiap pasar burung memerlukan jangkrik untuk saat ini harga jangkrik di pasaran berkisar antara Rp.10.000-12.000 /

Modal awalnya Rp 1,4 juta untuk membuat kandang dan telur jangkrik. Dalam waktu 35 hari jangkrik sudah bisa dipanen dan memberikan keuntungan Rp 900.000.
Jenis jangkrik yang dibudidayakan adalah jangkrik kalung. Jangkrik kalung mengandung protein, asam amino (sistein untuk antioksidan), asam lemak (omega 3 dan omega 6), hormon (progesteron, estrogen, testosteron) dan kolagen dibanding jenis lainnya. Karenanya, jangkrik kalung banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, obat, kosmetik, atau pakan burung dan bahkan makanan manusia. 


Berikut ini langkah-langkah budi daya jangrik yang dikembangkan Astrik Indonesia dan IPB. Membuat kandang
1.       Kandang terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa digunakan 4-5 kali. Atap kandang dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa.
2. Bahan yang dibutuhkan: -lakban licin coklat 4 buah
                        -lem kertas putih 4 buah -serbuk gergaji 2 plastik -lis kayu/bambu 40+40
   3.       Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung.


Penetasan telur
 1. Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor).
2. Bahan yang dibutuhkan:

-Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang -Nampan 2 buah/dus atau per kandang -Pasir -Sprayer -Kertas koran bekas -Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket
3. Cara menetaskan: -Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang) -Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam -Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan -Nampan diisi pasir (lembab) -Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air -Taruh kain tetas di atas nampan -Taburkan telur merata di kain tetas -Tutup telur dengan melipat kain tetas -Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab -Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari)

Pemeliharaan dan pembesaran
1. Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).
2. Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.
3. Tahapan pemberian pakan sayuran: -Cuci dan tiriskan sayuran -Iris tipis sayuran yang sudah tiris -Angin-anginkan sekitar lima menit -Pakai alas lebih baik ketika menganginkan -Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari
   4. Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah

Bahan pakan dan minum
1. Pakan -Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang sampai panen -Berikan sesuai kebutuhan -Pakan hendaknya habis tiap hari -Pemberian pakan dua kali sehari -Pakan diletakkan di tengah kotak -Pakai alas lebih baik -Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu) -Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung)
2. Minum Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di: -Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak -Semprot atap rumah jangkrik -Kontrol pakan dua kali sehari Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di: -Nampan penetasan yang diisi kerikil dan air -Tambah air kalau kurang

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jangkrik kalung:
1. Jangkrik tumbuh kerdil karena bibitnya buruk atau suhu kandang lebih dari 30 derajat C
  2. Kanibalisme atau saling memakan antarjangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian
   3. Jangkrik mencret diakibatkan makanan tak teratur dan suhu yang kurang baik.
4. Hati-hati terhadap perangkap yang menyebabkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman seperti lakban terbuka, ada lubang lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur
5. Penting membersihkan kandang sebelum digunakan kembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, lalu jemur di sinar matahari langsung selama dua hari

Tahap panen dan pemasaran Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu ketika sudah bersayap. Panenan jangkrik (yang sehat, tidak ada luka atau anggota badan lepas) bisa diantar sendiri ke Bagian Pemasaran Astrik Indonesia. Di Bogor bisa diantar ke Padepokan Jangkrik Gedung AP4, Kampus IPB Darmaga. No telpon yang bisa dihubungi 021-381215, 085217306479, 0811119407, 0811117836.
Tinjauan ekonomi Dengan modal awal Rp 1,4 juta, petani bisa memulai usaha beternak jangkrik. Modal awal tersebut digunakan untuk kandang, telur, pakan, dan biaya persiapan lainnya (Belum termasuk biaya pengangkutan dan pendampingan):
-Kotak (20 buah) Rp 200.000
-Telur 400 gr Rp 240.000
-Pakan 120 kg Rp 900.000
-Beban oven Rp 50.000
-Biaya administrasi Rp 10.000
-Total Rp 1.400.000
Penghitungan keuntungan per 80 kg jangkrik hasil panenan yang dijual Rp 30.000 per kilogram: -Penjualan 80 kg jangkrik Rp 2.400.000 -Modal Rp 1.400.000 -Biaya pengangkutan satu paket Rp 100.000 -Keuntungan Rp 900.000