Tampilkan postingan dengan label Tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2013

Jerpaya, Tanaman Baru yang Dipercaya Bisa Obati Kanker




Ada artikel mengenai tanaman untuk obat.
Jika teman-teman, ada yang mengenali dan tanaman tersebut ada di sekitar kalian, tolong confirm bali k ya….


Tidak ada yang menyangka tanaman yang tumbuh di halaman rumah Parman di Jl Priksan, Kelurahan Wiroboran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tersebut buah spesies baru. Hebatnya daun tanaman itu dipercaya bisa dijadikan obat kanker.

Tanaman setinggi dua meter itu, menurut pemiliknya bernama Jerpaya. Gabungan dari nama antara jeruk dan pepaya. Bila melihat pohon dan daunnya, semua orang akan sepakat menyebutnya sebagai jeruk. Maklum, tanaman yang didapat dari pemberian teman H. Parman ini, batang dan daunnya, memang persis jeruk pada umumnya.

Namun kalau melihat buahnya, jelas terlihat bukan jeruk. Bentuk buah lebih mirip pepaya. Bedanya dengan umumnya pepaya, buah spesies baru kulit luarnya tidak halus seperti pepaya. Struktur kulitnya berpori-pori, seperti jeruk.

Bila kulit luar dikupas, dagingnya terlihat putih padat kayak pepaya (Kates). Tapi ketika dibelah dalamnya berisi buah jeruk yang sudah dikupas.

Buah Jerpaya, menurut H. Parman, tidak memiliki biji seperti pepaya pada umumnya. Buah Jerpaya, baru bisa dipanen setelah berumur tujuh bulan. Kulit yang awalnya hijau tua, berubah menjadi kekuningan, saat hendak dipanen. “Kalau sudah masak, warnanya seperti pepaya. Dalamnya, baik bentuk dan rasanya, persis jeruk,” ungkap Parman, Sabtu (15/9/2012) pukul 15. 00 wib.

Parman (52) mendapat tanaman jerpaya dari Robert, salah satu kenalannya yang tinggal di Pasuruan. Robert, datang ke rumah Parman, setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengannya. Sahabat yang pernah tinggal lama di Malay sia itu, bercerita kalau dirinya punya tanaman yang unik dan berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tak lama Robert datang lagi ke rumah Parman dengan membawa tiga bibit jerpaya setinggi 30 cm. Ketiganya ditanam di pekarangannya, namu hanya satu yang tumbuh dan kini bisa dipanen depan rumah pensiunan Sat Pol PP ini. Saat ini pohon jerpaya ini berusia tiga tahun. “Buahnya paling banyak lima buah. Ini sudah buah dua kali,” terangnya.

Hanya saja sang pemilik jerpaya itu tidak membelah buah jerpayanya, Mengingat dua biji buah jerpaya yang menggelantung itu masih berumur tiga bulan. Rencananya, pria yang kini memiliki usaha susu sapi segar ini akan memperbanyak tanamun jerpayanya. Namun usahanya masih terkendala, Sebab setelah ia mencoba pembibitan dengan cara menanam bijinya, belum pernah berhasil.

Suparman berkeinginan mengembangkan tanaman jenis baru ini dengan alasan, tanaman tersebut dapat menyembuhkan kangker rahim, seperti yang dialami Hj. Sumarmi, istrinya. Setelah meminum racikan daun jerpaya, Hj. Sumarmi yang menurut dokter yang menanganinya, kankernya, parah dapat sembuh seratus persen. “Ya, dokter Surabaya yang nangani istri saya sampek heran,” pungkas Parman.




Kamis, 04 April 2013

Daun Afrika Selatan (Nan Fei Shu)


Semenjak tahun 2008 daun Afrika Selatan ini sudah banyak sekali di gunakan di China, Singapura, Malaysia dan sekarang sudah mulai dikenal dan digunakan di Indonesia. Daun Afrika Selatan ini bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit, yakni:
Diabetes, Gangguan Hati bahkan Kanker Hati, Susah Tidur, Kolestrol, Darah Tinggi, Infeksi Persendian, Kesemutan, Demam, Pusing Kepala, Silinder, Menambah Nafsu Makan, Infeksi Kerongkongan, Menguatkan Fungsi Paru-paru, Menghilangkan Dahak, Melancarkan Buang Air Seni, Bengkak Pada Bagian Kaki, Menguatkan Fungsi Lambung, Raumatik, Batuk, Antibiotik / Menghilangkan Racun, Menghilangkan Flek Flek Hitam.

Cara Pemakaian :
Dikunyah secara mentah tiap hari satu helai daun atau diseduh dengan air panas dengan menggunakan 3 sampai 5 lembar daun.
Pemakaian dalam bentuk daun kering cukup satu sendok makan dan diseduh dengan air panas.

Kondisi:
1.Untuk yang Kering Stok tidak selalu ada, dan 
2.Untuk kondisi segar selalu ada (Daun ini baru akan dipetik jika akan di kirim, tahan disimpan dalam lemari es selama 2 Minggu.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi E-mail: lowellshop@gmail.com

Perhatian:Tidak dianjurkan untuk penderita darah rendah.



Bagi kebanyakan nama Daun Afrika Selatan tentu agak asing. Di Indonesia Daun Afrika Selatan (South Africa Leaf) memang belum terlalu memasyarakat. Hanya golongan tertentu saja yang sudah sangat familiar dengan tanaman ini.
Penamaan Daun Afrika Selatan sendiri juga tidak jelas, mengapa dinamakan demikian dan siapa yang menamakannya. Nama latin Daun Afrika Selatan juga masih belum ditemukan. Belum ada literature atau Jurnal Akademik yang menulis tentang tumbuhan ini.
Di Cina Daun Afrika Selatan ternyata sudah sejak dulu dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang sangat mujarab. Mereka menyebutnya Nan Fei Shu. Di sebagian daratan Cina ada yang menyebut Nan Hui Ye.  Konon tanaman ini dahulu digunakan oleh kalangan petinggi di lingkungan kekaisaran Cina sebagai obat untuk berbagai penyakit. Sehingga para petinggi pada masa kekaisaran Cina banyak yang menanam Nan Fei Shu di halaman belakang rumah.
Di Asia Tenggara sendiri, terutama di Malaysia dan Singapura, Daun Afrika Selatan sudah banyak sekali digunakan. Sebagian masyarakat Malaysia menyebutnya dengan  "Daun Kupu kupu" (butterfly leave) Kegunaan yang paling menonjol adalah untuk pengobatan diabetes, hipertensi, mengurangi kolesterol jahat, asam urat, pengerasan hati bahkan kanker hati dan pembuangan racun dari tubuh (detoksifikasi). Tetapi sebenarnya masih banyak kegunaan Daun Afrika Selatan ini misalnya untuk  raumatik, susah tidur, kesemutan, demam, pusing kepala, menghilangkan flek flek hitam silinder, infeksi kerongkongan, menghilangkan dahak, melancarkan buang airseni, menguatkan fungsi lambung, batuk, menguatkan fungsi paru-paru dan masih ada beberapa lagi.
Satu catatan yang harus diketahui, bahwa sampai sekarang belum ditemukan laporan dari penelitian akademis tentang Daun Afrika selatan ini. Semua keterangan tentang khasiat Daun Afrika Selatan tersebut hanya berdasarkan kesaksian dan pengalaman. Selain itu beberapa tulisan mengatakan, bahwa konsumsi Daun Afrika Selatan tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil dan selama mengalami menstruasi. Apa alasannya sangat kurang jelas.
Walau demikian, kehadiran Daun Afrika Selatan di Indonesia ditanggapi sangat positiv oleh banyak pecinca herbal. Bahkan beberapa ahli herbal berpendapat, tanaman ini bisa membuka lembaran baru untuk kemajuan dunia herbal kita. Informasi dari pengguna yang masuk pada kami mungkin bisa membenarkan harapan/pendapat tadi. Yang jelas, terutama untuk pederita diabetes, banyak sekali yang cocok dengan herbal ini.
Seperti kita ketahui, sampai saat ini sangat banyak tanaman obat yang biasa dikonsumsi penderita diabetes untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kita sebut saja mulai dari sambiloto, brotowali, biji gambas, kunyit putih, mahoni, biji lamtoro, mahkota dewa, sarang semut, daun sukun dan seterusnya. Mungkin tidaklah cukup satu halaman bila semuanya kita sebutkan di sini. Namun penderita diabetes juga mengetahui, bahwa efektifitas herbal-herbal tersebut juga sangat  bervariasi. Setidaknya kecocokan terhadap penderita/pemakai sangat berbeda-beda, yang secara umum cukup rendah. Artinya ada yang betul-betuk cocok dengan biji buah apokat sehingga kadar glukosanya bisa terkontrol dengan baik. Tetapi untuk penderita lainnya,”herbal yang sama” kurang bermanfaat atau bahkan dirasanan tidak membantu sama sekali. Itulah mungkin apa yang diharapkan oleh ahli herbal, bahwa tanaman ini bisa membuka lembaran baru. Karena tingkat kecocokan Daun Afrika Selatan “khususnya untuk diabetes” sangat tinggi.






Daun Afrika Selatan juga relatif aman dari hama. Sampai sekarang kami belum pernah menemukan ulat yang menempel pada daun. Ada jenis belalang tertentu yang suka makan Daun Afrika Selatan ini. Itupun hanya sebagian kecil daun yang sempat termakan. Walaupun demikian, tanaman ini tidak benar2 terbebas dari hama. Gangguan yang muncul adalah hama yang membuat daun tanaman menjadi keriting (seperti hama yang biasa menyerang tanaman cabe). Gangguan inipun biasanya hanya menyerang ujung daun yang masih muda. Setelah 2 atau 3 daun terkena, biasanya pertumbuhan selanjutnya sudah kembali normal.

Menanam tumbuhan Daun Afrika Di Rumah.
Bagi penderita diabetes, hipertensi dan lainnya, mempunyai tanaman Daun Afrika Selatan di rumah tentu merupakan kebutuhan sangat penting. Hal ini tidak hanya untuk menjamin ketersediaan herbal yang memang sangat dibutuhkan, tetapi secara perlahan juga menghilangkan ketergantungan dengan pengobatan lain yang mungkin cukup mahal biayanya.
Penanaman tumbuhan Daun Afrika Selatan tergolong sangat mudah. Bisa dikatakan, jauh lebih mudah dibandingkan dengan menanam singkong. Jadi tinggal potong batangnya, ditancapkan dan hidup. Apa lagi bila potongan batang disimpan dahulu di tempat persemaian sampai keluar akarnya. Dalam hal ini harapan tumbuh benar2 mendekati 100%.
Daun Afrika Selatan tidak memerlukan bidang tanah yang luas. Di halaman yang tidak besarpun sudah cukup. Tanaman ini juga bisa ditanam di pot. Namun Daun Afrika Selatan di pot, pertumbuhannya akan lambat. Karena itu diperlukan pot yang ukurannya cukup besar.



Jeruk Kinkit


Kerajaan:Plantae
Famili:Rutaceae
Genus:Triphasia
Spesies: T. trifolia
Nama binomial  Triphasia trifolia (Burm.f.) P.Wils.

Jeruk kingkit, kingkit, atau jeruk ranti (Triphasia trifolia, syn. T. aurantiola Lour. dan Limonia trifolia Burm.) adalah kerabat dari jeruk (genus Citrus), namun bukanlah jeruk yang sebenarnya. Jeruk ini diperkirakan berasal dari Malesia namun tersebar hingga ke pulau-pulau di Samudra Pasifik.
Bentuk tumbuhan berupa semak atau perdu dengan ketinggian hingga 3m. Daunnya majemuk berjari tiga (trifoliata), berwarna hijau tua mengkilap. Mahkota bunganya berwarna putih dengan jumlah tiga, kecil (panjang 10-13mm). Buahnya merah, bertipe hesperidium dengan diameter hingga 1,5 cm.
Buah ini dapat dimakan. Serat Centini menyebut putri keraton menggunakan buah jeruk kingkit untuk merawat kuku. Tumbuhannya digunakan sebagai pohon peneduh atau pembatas jalan di Kepulauan Seribu. Selain itu jeruk kingkit juga biasa dibonsai. Buah Triphasia trifoliata berkhasiat sebagai obat batuk dan daunnya untuk obat sakit perut.

Nama-nama lokal
Jeruk kingkit dikenal pula sebagai kingkit, limau kiah, limau kunci (bahasa Melayu), kalijage, kingkip (bahasa Sunda), jeruk kingkit (bahasa Jawa), jeruk rante (bahasa Madura), lemo-lemo (bahasa Makassar), lemo-lemo (di Ternate), serta joji koyo (di Tidore).
Sebelum mengetahui manfaat jeruk kingkit, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu jeruk kingkit. Jeruk kingkit sepertinya sedikit orang yang mengetahuinya, karena jeruk yang lebih dikenal sebagai tanaman hias, sangat jarang disebut.
Jeruk kingkit (Triphasia trifolia p.Wills) memiliki nama daerah Liman kiah; Liman kunci; Kalijage; Jheruk rante.

Jeruk ini biasa tumbuh di pekarangan rumah dan di ladang pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, lemah, tinggi 1,5-2,5 m ranting pada ujung membengkok kesana-kemari, duri dua dua terkumpul dalam ketiak daun. Daun menjari berbilangan 3, anak daun oval dengan ujung melekuk ke dalam, ukuran 1,5-4,5 kali 1-3 meter. Bunga terkumpul 1-4 dalam ketiak daun bermahkota 3 lembar berwarna putih, panjang 12-16 mm, berwarna merah, daging buah berupa cairan yang lekat.
Sepertinya hanya sedikit yang mengetahui bahwa buah jeruk kingkit juga memiliki khasiat untuk kesehatan.

Kandungan berkhasiat dalam jeruk kingkit seperti linalool (jenis alkohol alami dengan manfaat antiseptik, antijamur, penenang) dan limonene (zat aromatik dan peluruh dahak) membuat keluhan batuk Anda akan hilang secara berangsur-angsur. Tak lupa hindari konsumsi makanan berminyak.
Anda dapat mencoba resep untuk mengatasi batuk dengan bahan jeruk kingkit. Caranya sederhana. Ambil segenggam jeruk kingkit yang sudah matang dengan ciri warna merah tua. Bersihkan sebelum diolah , lalu tuangkan 1 gelas air panas dan masukkan jeruk kingkit ke dalamnya. Biarkan sekitar 5-10 menit. Campurkan madu murni jika ingin rasa manis alami. Bagi penderita kencing manis, konsumsilah tanpa pemanis madu atau gula.
Sedangkan resep alami untuk mengatasi diare dengan menggunakan bahan herbal jeruk kingkit sbb. Sediakan daun jeruk kikit 7 lembar; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit,


Panen buah Jeruk kinkit :
dapat dimakan langsung atau sebagai prekat kertas

               


Rabu, 03 April 2013

Manfaat Dan Khasiat Bisa Racun Kalajengking






Bisa dan racun tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerja bisa dan racun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan. Di antaranya untuk penghilang rasa sakit, pengencer darah, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, antikejang bahkan diteliti untuk anti-HIV. Pemanfaatan bisa dan racun itu dipaparkan oleh Prof P Gopalakrishnakone PhD DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore dalam the 2nd National Symposium “The Recent Advances in Critical Care Management of Trauma Cases” yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Sabtu (19/7).
Kini ilmuwan dari University of Leeds telah menemukan bahwa racun margatoxin yang terdapat pada kalajengking kulit kayu (bark scorpion) di Amerika Tengah bisa menjadi solusi untuk mencegah kegagalan cangkok vena.. Hasil penelitian yang diterbitkan secara online di Cardiovascular Research menemukan racun tersebut memiliki kekuatan minimal 100 kali lebih kuat dibanding senyawa lain.
Racun kalajengking ternyata dapat dipakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif ke sel-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan. Sejauh ini teknik ini telah diuji pada 18 pasien, dan percobaan medis masih terus dilakukan, hasilnya sementara menunjukkan bahwa proses pengobatan ini dapat diterima tubuh dan efektif. Analisis menunjukkan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat disuntikkan. radiasi tersebut juga bekerja disekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.
Peneliti Inggris mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypass jantung. Jika seseorang mengalami gangguan pada jantung, maka perawatan yang diperlukan adalah melakukan operasi bypass. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang diketahui memiliki penyakit koroner berat sehingga berisiko terkena serangan jantung.Selama operasi, arteri atau vena sehat yang berasal dari bagian tubuh lain dihubungkan ke arteri koroner yang tersumbat. Rute baru ini akan membawa darah yang kaya oksigen ke otot jantung. Namun operasi ini bisa gagal jika cangkokan pembuluh vena ini tersumbat.
“Racun ini bekerja dengan menekan respon alami pembuluh darah terhadap cedera sehingga menjaga pembuluh darah tetap bersih. Efektivitas toksin ini membuat kami terkejut dan hanya dibutuhkan sedikit molekul untuk mendapatkan efeknya,” ujar ketua penelitti Profesor Beech, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (23/102010).
Profesor Beech mengungkapkan margatoxin ini kemungkinan bisa diberikan dalam bentuk obat yang ditelan, dihirup ataupun disuntikkan. Tapi bisa juga berpotensi sebagai obat spray ke pembuluh darah itu sendiri sambil menunggu operasi pencangkokan jantung.
Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit jantung yang ditakutkan, dan operasi by pass yang berjalan sukses bisa bertahan sekitar 10-15 tahun. Diharapkan dengan ditemukannya margatoxin dari kalajengking kulit kayu ini bisa mengurangi angka kegagalan operasi bypass pada pasien jantung, sehingga bisa meningkatkan harapan hidupnya.