Kamis, 04 Oktober 2012

BAJU UNTUK SHOLAT




Dari Ummu Salamah katanya: Saya bertanya kepada Nabi SAW: “Bolehkah wanita sholat memakai dira’ (gaun panjang) dan khimar (kerudung) tanpa izar (sarung)? Jawab beliau SAW: Boleh saja, apabila gaunnya cukup menutupi aurat sampai ke ujung kaki. [Abu Dawud]
Dari Aisyah bahwa ia pernah ditanya orang: Bagaimana seharusnya pakaian wanita ketika sholat? Bermacam-macam kah? Jawab Aisyah: Tanyakan kepada Ali bin Abi Thalib, kemudian kembali kepada saya dan kabarkan kepadaku jawabnya! Penanya kemudian mendatangi Ali lalu bertanya kepadanya. Jawab Ali: Khimar dan dira’ yang cukup panjang. [Abu Dawud]

1.     DIRA’ adalah baju wanita yang dikenakan melalui leher sampai badan (seperti gaun, blus, kemeja atau baju kurung).
2.     IZAR adalah pakaian yang menutupi tubuh separoh ke bawah hingga kaki, seperti sarung atau rok.
3.     KHIMAR adalah kerudung.

Dari keterangan-keterangan tentang syarat-syarat busana muslimah yang sudah diterangkan dimuka, maka dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pakaian wanita untuk sholat adalah:
1.     Haruslah menutupi kepala hingga ujung kaki
2.     Wajah dan kedua telapak tangan harus ditampakkan, karena mereka termasuk anggota sujud, artinya: tidak boleh memakai cadar (niqab) dan sarung tangan
3.     Punggung tangan harus ditutupi, sehingga yang terlihat hanyalah jari-jemari saja
4.     Punggung dan telapak kaki termasuk aurat yang harus ditutupi, karena itu baju untuk sholat haruslah menutupinya atau boleh memakai kaos kaki jika pakaian yang dibawah mata kaki itu dikhawatirkan terbuka pada saat sujud.

   Syarat-syarat yang diminta tersebut sudahlah disepakati oleh jumhur ulama, sehingga kemudian dibuatlah baju wanita khusus untuk sholat yang kita kenal dengan nama MUKENA.

MUKENA yang dicontohkan dalam gambar ini sudah memenuhi syarat-syarat utama pakaian wanita yaitu:
·               Meliputi seluruh badan (menutupi seluruh tubuh) kecuali muka, karena dahi adalah termasuk anggota sujud.
·               Warnanya yang putih polos bukan berfungsi sebagai perhiasan, warna putih adalah warna kesukaan Rasulullah.
·               Kain yang dipakai tidak tembus pandang (transparent)
·               Longgar & lapang sehingga tidak dapat membentuk lekukan tubuh
·               Motifnya yang polos sehingga tidak menimbulkan perhatian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar