Selasa, 30 Oktober 2012

Larangan memakai JILBAB GAUL





Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Segala puji bagi ALLAH, Rabb yang Maha Suci lagi Maha Agung, penguasa alam semesta.
Salam dan selawat semoga senantiasa kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa sallam, beserta para isteri beliau, dan keturunan serta keluarga beliau.
Sebagai wanita muslim kita diwajibkan menurut aurat. Bagi kebanyakan orang yang dinamai aurat wanita itu adalah dari dada hingga paha, oleh karena itu mereka dengan tanpa merasa berdosa menolak memakai jilbab dan hanya menggunakan kerudung. Sedangkan sebagian orang yang lain berpendapat bahwa aurat wanita adalah dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan inilah pendapat yang paling benar dan sesuai hukum Islam, sehingga para wanita yang mengikuti syariat Islam pastinya akan menggunakan jilbab atau hijab.
Namun masih banyak yang berpendapat bahwa apabila sudah tertutup semua, maka dianggap sudah menutup aurat. Ternyata tidak semudah itu pengertian menutup aurat yang benar, agama Islam mempunyai aturan bagaimana cara menutupnya dengan benar.
Pada kesempatan ini, kita sampaikan pendapat ulama tentang suatu fenomena di kalangan wanita yaitu perihal JILBAB GAUL, yaitu jilbab yang mengikuti fashion dunia dimana yang ditutupi hanya bagian kepala saja, sedangkan bagian dada dibiarkan terbuka. Ulama dari kelompok Kaum Muda mengatakan bahwa Jilbab seperti ini HARAM dipakai oleh kaum wanita, karena ia tidak sempurna menutup aurat wanita
Semoga kita hanya berpegang kepada hukum ALLAH, agar selamat di dunia dan akhirat.

PERINTAH ALLAH ATAS WANITA
PERINTAH MENUTUPI DADA

[24. An Nuur: 31]
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

[33. Al Ahzab: 59]
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[*] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[*]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Dalam Al-Qur’an ALLAH sudah memerintahkan kepada kaum wanita agar menutupi dada. Apabila ALLAH yang mengeluarkan perintah, maka sudah pasti apabila dilanggar maka kita akan disebut orang munafik. Siapa yang menolak perintah ALLAH maka ancamannya neraka.
Munafik artinya mendustakan ayat-ayat ALLAH, yaitu suatu perbuatan dimana seseorang sudah mengetahui tentang perintah ALLAH, tetapi ia menolak perintah itu dan mengganggapnya tidak ada atau ia sengaja menjauhinya.

Menutup dada bagi wanita apabila ia berada di luar rumah bertujuan agar ia terhindar dari fitnah. Karena dengan menampakkan dadanya, wanita akan mengundang perhatian mata kaum lelaki, maka lelaki dapat bernafsu terhadap wanita itu atau berangan-angan atau berpikiran negatif kepada si wanita.
Sedangkan apabila wanita berada di dalam rumah, bersama suami atau mahramnya, maka ia boleh membuka jilbabnya dan menampakkan dadanya.

JILBAB GAUL  DISAMAKAN DENGAN KAASIYAT ‘ARIYAAT
Dari Abu Hurairah RA katanya: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Ada 2 (dua) golongan penduduk neraka yang keduanya belum terlihat olehku, yaitu
(1) Kaum (sekelompok orang) yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipergunakannya untuk memukul orang.
(2) Perempuan-perempuan “kaasiyaat ‘ariyaat” (yang berpakaian tetapi sama juga dengan bertelanjang), dan perempuan-perempuan yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak/disanggul) bagaikan punuk unta. Perempuan-perempuan tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak sangat jauh.” [HR. Muslim – Kitab Pakaian dan Perhiasan]
Hadis di atas ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap kaum wanita Muslim, bukan untuk wanita Non-Muslim.
Wanita Non-Muslim tentunya tidak akan memakai tutup kepala (jilbab) kecuali para biarawati, namun mereka inipun tidak sama dengan pakaian wanita muslim, jadi Rasulullah SAW tentu saja tidak akan melihat kepada wanita Non-Muslim, sehingga dalam hadis ini berbunyi “2 golongan yang belum terlihat olehku”.

Penafsiran oleh Imam Nawawi dan para Ulama fiqih:
Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi adalah tentara/polisi yang tidak melindungi rakyat tetapi sebaliknya menyakiti rakyat.
Istilah cambuk dimasa sekarang disamakan dengan tongkat kecil yang biasa dimiliki oleh para jenderal/petinggi/pemimpin tentara dan polisi. Dan tongkat itu berarti menandakan bahwa pemegangnya adalah orang yang memiliki jabatan yang tinggi dalam Perempuan-perempuan kaasiyaat ‘ariyaat (berpakaian yang seperti tidak berpakaian), mengandung dua makna:
1.          Perempuan yang menutup sebagian dari tubuh mereka dan membuka sebagian yang lain, yaitu jilbabnya tidak menutupi dada.
2.          Perempuan yang pakaiannya terlalu minim, sempit dan ketat (press body) sehingga kelihatan lekuk tubuhnya, terlalu tipis atau tembus pandang (transparent) atau pakaiannya membangkitkan nafsu syahwat kaum lelaki karena sebagian pakaiannya terbuka atau pakaian yang sengaja untuk menampilkan auratnya seperti halnya perempuan dari kaum kafir.
Salah satu aurat wanita adalah dada. Bagian tubuh yang paling dilihat oleh mata kaum lelaki adalah wajah, kemudian payudara. Jilbab gaul tentu saja tidak menutupi dada, justeru sebaliknya malah menampakkannya.
Cobalah tanyakan kepada kaum lelaki, apa yang lebih mereka sukai untuk dipandang, rambut kepala? atau bagian dada?

Jilbab seperti ini tidak beda dengan sekedar topi, apalagi jika leher tidak ditutupi, maka hilanglah makna berjilbab.

Inilah model jilbab yang paling banyak dipakai di dunia.
Jilbab seperti ini terus diperdebatkan oleh ulama. Ada yang membolehkan.Ada yang melarang, dengan alasan tudungnya itu pendek tidak sempurna menutupi dada. Sedangkan menurut kita, jilbab ini memang kurang sempurna untuk menutupi dada. Jadi sebaiknya dihindari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar