Senin, 27 Agustus 2012

Wasir & Wasir


SEKILAS WASIR:
Khalayak pada umumnya sudah sangat mengenal wasir atau ambeyen atau Hemoroid (haemorrhoids). Meski tergolong penyakit tidak berbahaya, wasir tak urung membuat resah bagi yang mengalaminya. Terlebih jika keluar tonjolan wasir di muara dubur (anus). Demikian pula ketika darah segar menetes-netes dari dubur, adakalanya mengakibatkan si penderita wasir menjadi pucat pasi. :: :: :: PENGERTIAN :: :: ::
Wasir atau hemoroid adalah membengkaknya jaringan dinding dubur (anus) yang mengandung pembuluh darah balik (vena). Penyakit ini tidak membahayakan jiwa dan adakalanya tidak menunjukkan keluhan. Berdasarkan letaknya, wasir terbagi menjadi 2 jenis, yakni hemoroid interna dan hemoroid eksterna. :: :: :: FAKTOR PENCETUS :: :: ::
Pada dasarnya wasir ditimbulkan oleh tekanan rongga perut (abdomen) berkepanjangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan pembengkakan jaringan di dinding dubur. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang sering mengejan, wanita hamil dan pekerja berat (angkat-angkat berat). Beberapa faktor pencetus timbulnya wasir, diantaranya: > Sembelit (konstipasi). Kotoran yang keras menyebabkan seseorang sering mengejan saat
buang air besar. Kondisi ini lambat laun dapat memicu timbulnya wasir.
> Wanita hamil. Dalam keadaan hamil, tekanan rongga perut meningkat lantaran ada janin dalam kandungan. Tak jarang diikuti konstipasi, yang berpotensi menderita wasir. Kondisi yang sama dapt dialami oleh wanita pasca melahirkan karena mengejan.
> Kegemukan, proses penuaan, diare berkepanjangan dan anal seks adalah faktor-faktor lain yang dapat memicu timbulnya wasir.
:: :: :: TANDA-TANDA :: :: ::
Pada umumnya, wasir mudah dikenali terutama jika penderita menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: > Gatal dan nyeri di permukaan dubur. > Keluarnya lendir atau darah bersama kotoran. > Tetesan darah segar dari dubur. > Benjolan lunak di permukaan dubur. Pada kasus yang berat, timbul benjolan besar disertai rasa nyeri hingga perderita sulit duduk. > Kendati tanda-tanda wasir mudah dikenali, tidak semua penderita wasir menunjukkan adanya keluhan.
:: :: :: TIPS MENGATASI WASIR :: :: ::
Agar tidak bertambah berat, para penderita wasir perlu memperhatikan beberapa tips sebagai berikut: = Usahakan berendam air hangat untuk mengurangi nyeri dan menjaga kebersihan dubur selama sekitar 15 menit, setidaknya 2-3 kali dalam sehari. = Mengkonsumsi makanan berserat agar kotoran (feces) menjadi lunak, misalnya: buah­buahan dan sayur mayur. = Menghindari minuman beralkohol agar kotoran tidak keras.
= Minum dalam jumlah yang cukup, sedikitnya 1,5 liter dalam sehari.
= Hindari menggosok-gosok daerah dubur agar tidak terjadi perlukaan.
= Jangan membiasakan menahan buang air besar dan jangan pula memaksa untuk buang air
besar.
= Hindari berlama-lama nongkrong di toilet saat buang air besar, misalnya sambil membaca, 
karena kebiasaan ini akan meningkatkan tekanan di daerah dubur.


DEFINISI
Hemorrhoid (Wasir)adalah pembengkakan jaringan yang mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dan anus.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah (tinja, kotoran) keluar dari dalam tubuh.
Rektummerupakan bagian dari saluran pencernaan diatas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Hemorrhoid bisa mengalami peradangan, menyebabkan terbentuknya bekuan darah (trombus), perdarahan atau akan membesar dan menonjol keluar.
Wasir yang tetap berada di anus disebut hemorrhoid interna (wasir dalam) dan wasir yang keluar dari anus disebut hemoroid eksternal (wasir luar).
Wasir bisa terjadi karena peregangan berulang selama buang air besar, dan sembelit (kesulitan buang air besar, konstipasi) bisa membuat peregangannya bertambah buruk. Penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah pada vena portal dan kadang-kadang menyebabkan terbentuknya wasir.
Wasir bisa mengeluarkan darah, terutama setelah buang air besar, sehingga tinja mengandung darah atau terdapat bercak darah di handuk/tisu kamar mandi. Darahnya bisa membuat air di kakus menjadi merah. Tetapi jumlah darah biasanya sedikit dan wasir jarang menyebabkan kehilangan darah yang berat atau anemia.
Wasir yang menonjol keluar mungkin harus dimasukkan kembali dengan tangan perlahan­lahan atau bisa juga masuk dengan sendirinya. Wasir dapat membengkak dan menjadi nyeri bila permukaannya terkena gesekan atau jika di dalamnya terbentuk bekuan darah. Kadang wasir bisa mengeluarkan lendir dan menimbulkan perasaan bahwa masih ada isi rektum yang belum dikeluarkan.
Gatal pada daerah anus (pruritus ani) bukan gejala dari wasir. Rasa gatal bisa terjadi karena sulit untuk menjaga kebersihan di daerah yang terasa nyeri ini. Untuk pemilihan golongan obat ini yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. 

Wasir, Ambeien atau Hemorrhoid yang Menjengkelkan
Penyakit wasir atau ambien yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan sebutan Hemorrhoid, tentu sudah tidak asing lagi bagi hampir semua orang. Penyakit ini juga sering ditemukan di masyarakat, serta tentu saja sangat menjengkelkan bagi siapapun penderitanya.Terlebih lagi dengan kondisi pekerjaan jaman sekarang yang mengkondisikan kita duduk lama di depan komputer, kebiasaan ini akan memicu resiko terkena Wasir / Ambeien tadi. 
Prof. dr. ABDUS SJUKUR SpB dokter RS dr. Soetomo pembicara dalam seminar awam seputar wasir di Siloam Hospitals, Minggu (13/05) pada suarasurabaya.net mengatakan semua manusia dewasa jika diteropong pasti mempunyai wasir, namun wasir itu masih disebut normal atau ‘wasir fisiologis’.
Sehingga kata ABDUS tidak semua orang memerlukan pengobatan. Hanya sebagian kecil saja yang memerlukan pertolongan medis, yakni mereka yang mengeluhkan terjadi perdarahan, adanya benjolan dan gatal-gatal.
ABDUS menjelaskan yang disebut wasir adalah varicesyaitu pelebaran pembuluh darah balik vena yang menonjol dan ditutupi mukosayang terjadi di daerah anus. Wasir dapat dibagi menjadi dua macam yaitu wasir luar dan wasir dalam. Namun ada juga wasir dalam yang bisa keluar (prolapsed) tergantung pada stadium atau tahapnnya, sedangkan wasir luar selalu berada di luar anus dan selalu ditutupi kulit bukan mukosas.
Penyakit wasir sebenarnya bukanlah penyakit mematikan, namun kebanyakan orang tidak mengetahui pemicu, pencegahan dan pengobatannya. Ini terbukti masih banyaknya masyarakat yang beranggapan bila Buang Air Besar (BAB) berdarah, maka dianggap menderita wasir. 
Selain itu anggapan bahwa jika menderita wasir harus selalu dioperasi. Tentu tidak sesederhana itu, ada tahapan identifikasi dan pemeriksaan dalam untuk memastikan seseorang menderita wasir dan perlu melakukan operasi.
Di dunia ini hanya 15% saja penderita wasir yang dioperasi, sedangkan 85% dapat disembuhkan tanpa operasi. Ini tergantung dari stadium wasir yang diderita masing-masing orang. Ada empat stadium wasir, yakni stadium I, wasir didalam dubur. Stadium II jika mengejan wasir keluar dan bisa masuk sendiri, Stadium III wasir keluar sendiri dan bisa di masukkan, dan stadium IV waisr di luar terus.
Dengan mengetahui stadium atau tingkatan wasir akan mudah dilakukan penangganan medis, misalnya untuk stadium I dan II penanganannya dengan cara konservatif atau tanpa operasi. Sedangkan pada stadium III dan IV penanganannya dilakukan dengan operasi.
“Tidak semua wasir harus dioperasi bisa juga tanpa operasi, tergantung pada tingkatannya. Pada penanganan konservatif atau tanpa operasi ada tiga macam penanganan yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan untuk diminum dan obat-obatan dari dubur.” papar ABDUS.
Saat ditanya apakah wasir juga merupakan penyakit keturunan, Abdus menjawab faktor keturunan bukan pada ‘wasirnya’, tetapi dalam tubuh manusia khususnya daerah anus terdapat jaringan ikat yang mengikat pembuluh darah agar tidak turun. Jaringan ikat inilah yang bisa menjadi faktor keturunan penyebab wasir.
Ada beberapa faktor lain yang memicu terjadinya wasir, yaitu selain keturunan jaringan ikat, pekerjaan pada orang-orang yang menghabiskan waktu seharian dengan duduk lama, bentuk tubuh, berak atau kencing dan sikap saat BAB harus waspada. Terlebih lagi kalau mereka ini hanya mengonsumsi sedikit air dan sayuran. Kalangan inilah yang berpotensi besar terserang penyakit wasir atau ambeien.
Selain memerlukan penanganan medis, pasien dan keluarga pasien juga harus terus melakukan pencegahan. Diantaranya merubah pola hidup seperti pola makan, diet, makanan berserta, konsumsi buah pisang dan pepaya, minum air putih 1,5-2 liter per hari, olah raga teratur, bila BAB jangan lebih dari 30 menit, bila duduk jangan lebih dari 2 jam harus diselingi dengan berdiri atau berjalan 5-10 menit. 
Sekarang ini kata Abdus ada paradigma baru dalam proses penanganan penyakit wasir. Dalam melakukan diagnosis internal harus dilengkapi dengan pemeriksaan protoskopi, menentukan letak, jumlah dan besarnya masing-masing benjolan, menentukan stadium atau tingkatan.
Dalam paradigma baru ini pengobatan konservatif dilakukan selama 6 minggu, jika gejala sudah hilang bukan berarti sembuh, karena semua gejala rata-rata hilang dalam seminggu pertama berobat. Evaluasi harus dengan protoskopi minimal 2 minggu sekali berturut-turut.


OBAT WASIR / AMBEIEN / HEMORRHOID
Obat pencernaan golongan ini untuk permasalahan pada anus yaitu hemoroid/wasir atau luka. Kandungan obat hemorrhoid / wasir di Indonesia bisa dijabarkan sebagai berikut :
1.                   1.         Polidocanol : Polidocanol untuk wasir / hemorrhoid dalam bentuk sediaan injeksi (ampul).
2.                   2.         Senyawa bismuth dan kombinasinya : Terdapat kombinasi dengan Hydrokortison, sediaan obat wasir ini biasa dalam bentuk suppositoria.
3.                   3.         Ekstrak tumbuh-tumbuhan : Banyak zat berkhasiat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk mengurangi gejala penyakit. Seperti : Graptophyllum pictum, Sophora japonica , Rubia cordifolia , Coleus atropurpureus , Sanguisorba officinalis , Kaemferiae angustifoliae , Curcuma heyneanae, Ada yang dalam bentuk kapsul untuk oral maupun dalam bentuk suppositoria dan salep untuk pemakaian luar.
4.                   4.         Senyawa flucortolone dan kombinasinya : Sediaan yang tersedia untuk obat wasir dengan kandungan zat aktif ini adalah suppositoria dan krim untuk pemakaian lokal. Selain obat di atas juga ada kombinasi lainnya senyawa alumunium, senyawa zinc, hydrokortison dan lidokain dalam bentuk krim. Pada obat ini Lidokain berfungsi untuk menghilangkan rasa tidak enak/sakit karena bersifat bius lokal.


PENGOBATAN
Biasanya, wasir tidak membutuhkan pengobatan kecuali bila menyebabkan gejala. Obat pelunak tinja atau psilium bisa mengurangi sembelit dan peregangan yang menyertainya. Suntikan skleroterapi diberikan kepada penderita wasir yang mengalami perdarahan. Dengan suntikan ini, vena digantikan oleh jaringan parut.
Wasir dalam yang besar dan tidak bereaksi terhadap suntikan skleroterapi, diikat dengan pita karet. Cara ini, disebut ligasi pita karet, meyebabkan wasir menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit. Pengobatan ini dilakukan dengan selang waktu 2 minggu atau lebih. Mungkin diperlukan 3-6 kali pengobatan. Wasir juga bisa dihancurkan dengan menggunakan laser (perusakan laser), sinar infra merah (fotokoagulasi infra merah) atau dengan arus listrik (elektrokoagulasi). Pembedahan mungkin digunakan bila pengobatan lain gagal. Bila wasir dengan bekuan darah menyebabkan nyeri, maka bisa diobati dengan cara:
.                      duduk berendam dalam air hangat
.                      mengoleskan salep obat bius lokal
.                      pengompresan dengan kemiri.

Nyeri dan pembengkakan biasanya akan berkurang beberapa saat kemudian, dan bekuan menghilang setelah 4-6 minggu. Pilihan lainnya adalah memotong vena dan mengeluarkan bekuan, yang dengan segera akan mengurangi nyeri.




Harioperasi untuk wasir - Keluargaanal
Orang yang menderita wasir di Jepang dan satu di tiga orang berkata. Untuk memasukkan orang tanpa gejala, dan dapat dikaitkan hampir separuh dari semua orang dewasa mempunyai wasir. Beberapa orang menderita wasir selama 10 tahun, banyak orang yang melihat Anda dengan penyakit ini, dan memiliki gambar orang, dapat juga ditemukan di jalan pengobatan. Jika Anda memiliki masalah dengan wasir diri, "Apa yang tumpukan" yang perlu Anda ketahui.
Ambeien (waktu) timbunan (JISHITSU) dan juga, secara kolektif, penyakit ini disebabkan oleh aliran darah untuk mendapatkan tekanan di belakang di sekitar dubur veins. Yang nama sanaran adalah "akrab" dengan notasi dalam Riwayat kana ortografi adalah "besar" dan mengatakan bahwa apa yang digunakan untuk datang ke dampak narkoba iklan untuk mereka tumpukan megah dari produsen farmasi Daikoku HISAYA akan menyebar. Dalam bahasa Inggris adalah wasir atau tumpukan. Kapal darah di sekitar dubur dan dubur, IRUTA dikirim pertama darah ke arah kepala, di bawah tekanan besar dari biasanya, ia akan mengembangkan wasir, dan faktor lainnya yang terlibat dalam kerja lama berdiri di dalamnya. Oleh karena itu, hai adalah disc herniation fatal dan penyakit pada manusia yang sesuai untuk berjalan di atas dua kaki dan kaki. Alami, tidak ada binatang non-manusia dapat menderita wasir dasarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, adalah stres sebagai penyebab wasir. Dan menumpuk di dalam tubuh dari stres, sembelit, diare (colitis). Hal itu dapat terjadi sangat sering alternating sembelit dan diare. It is a hypersensitivity syndrome ini colitis. Anal adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai hasil. Ia adalah takut akan penyakit saja dan sembelit. Anal wilayah yang disebabkan oleh infeksi yang mengarah ke dubur imunitas menurun akibat akumulasi stres. Bisul perut, maag duodenal, dan juga menyebabkan stress dan penyakit. Penting adalah bagaimanaRIMASU kontrol atau stres. Rawat jalan menawarkan konseling stres.

Jenis tumpukan
Dibagi ke dalam tumpukan dan timbunan (wasir warts), anal meretak (Keluar dari tumpukan) akan timbunan (wasir lubang) dapat dibagi menjadi tiga. Di antara tumpukan, wasir akan setengah total. Anal retak, tumpukan akan menjadi 15%, masing-masing. 
Ambeien lilin (perianal abscess)
E. coli dari depresi dan menarik usus kecil dan langsung dari tepi anus, disebut perianal abscess adalah suppurative di sekitar dubur dan dubur. Abscess (seperti bisul), atau pengirisan, di dubur dan keluar dan sobekMI alami atau dapat dihubungkan ke tabung dari analMI. Ambeien ini disebut lilin. Mungkin disertai dengan demam tinggi diikuti oleh sakit parah dan pembengkakan di sekitar dubur dan kemajuan. Satunya cara untuk menyembuhkan operasi yang buruk.
Untuk keluar dari kulit sekitar dubur, Anda akan melihat laut. NAKATTARI jalan keluar mungkin disertai dengan demam tinggi diikuti oleh sakit parah dan pembengkakan di sekitar dubur dan bakiak yang keluar. Satunya cara untuk menyembuhkan operasi yang buruk.



  Apakah harus operasi?
Tidak harus.
Jika masih bisa ditanggulangi dengan obat, waisr gak perlu operasi. Andaipun dioperasi, hanya
kategori operasi ringan. Dan perlu diketahui bahwa wasir dapat muncul di bagian lain jika dipicu
oleh faktor-faktor pencetus.

Apakah perlu penyembuhan lama jika operasi?
iya. Penyembuhan pasca operasi wasir relatif lama karena letaknya di anus yang dilewati
kotoran saat kita buang air besar sehingga memperlambat penyembuhan. Rata-rata masa
penyembuhan sekitar 2-3 minggu.



Mengurangi Rasa Sakit Operasi Wasir dengan Metode Stapler
WASIR atau ambeien (hemoroid) terasa sangat mengganggu apabila sudah menyembul (prolaps) dari dubur. Apabila tonjolan itu hanya ke luar saat buang air besar dan setelah buang air besar, kemudian secara spontan masuk ke lubang dubur, wasir tersebut termasuk derajat dua. Tetapi, apabila tonjolan itu tidak bisa masuk secara spontan, melainkan harus didorong masuk secara manual, wasir itu digolongkan derajat tiga.
Untuk wasir derajat dua, menurut spesialis bedah umum dari RS Gading Pluit dr Barlian Sutedja SpB, akhir pecan lalu di Jakarta, bisa diatasi dengan ligasi (pengikatan) atau disuntik. Sedangkan untuk wasir derajat tiga, terapi yang dilakukan bisa juga berupa ligasi, disuntik, operasi konvensional, dan operasi dengan metode stapler. Namun, ligasi dan penyuntikan tidak memberi hasil yang memuaskan pada wasir derajat tiga. Pasalnya, dalam tempo tertentu, wasir akan kambuh dan kembali menonjol. Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan pasien menjalani tindakan operasi.
Tetapi, kerap penderita wasir merasa takut menjalani operasi, khususnya operasi konvensional. Karena pascaoperasi akan menimbulkan rasa sakit yang hebat selama sekitar tujuh hari. Praktis selama itu si penderita tidak bisa dengan leluasa bekerja. Sejalan dengan perjalanan waktu, Dr Antonio Longo dari Universitas Palermo Italia menemukan metode stapler yang lebih nyaman dibanding operasi konvensional pada tahun 1998. "Prinsipnya hampir sama dengan operasi konvensional tetapi rasa sakitnya jauh berkurang dan dengan metode ini posisi bantal anus dikembalikan pada posisi normal. Operasi berlangsung selama 20 menit, pasien dirawat inap sehari dan setelah operasi pasien bisa buang air besar. Memang akan ada semacam tekanan di dubur tetapi tidak terasa sakit. Kalau operasi konvensional rasa sakit pascaoperasi bisa sampai tujuh hari yang disertai perdarahan dan cairan ke luar," kata Barlian.


Kembali Normal
Dijelaskan, rasa sakit yang hebat pascaoperasi konvensional disebabkan operasi dilakukan di daerah bagian dubur yang ada sarafnya. Tepatnya, di sekitar garis dentate. Daerah tersebut terdiri dari saraf sehingga operasi akan menimbulkan rasa sakit yang hebat. Tetapi, pada operasi metode stapler, operasi dilakukan empat centimeter di atas garis dentate. Di daerah itu tidak banyak saraf. Selain itu, Barlian mengatakan, pada metode stapler, operasi (pengangkatan) tidak dilakukan pada wasir. Melainkan pada mukosa, yang berupa lapisan bagian ujung usus (dubur) yang bentuknya melingkar. Artinya, sebanyak satu lapis dari lapisan itu dibuang untuk menaikkan bantal anus ke posisi normal.
Seperti diketahui, wasir adalah pembesaran bantal anus. Pada wasir yang menonjol (derajat tiga), tonjolan itu disebabkan bantal anus merosot. Setiap orang mempunyai bantal anus dan fungsinya untuk mencegah agar udara atau gas yang ada di perut tidak spontan ke luar. Dengan demikian, pada orang normal pun ada bantal anus. Pembesaran bantal anus itu disebut wasir.
Sebelum dilakukan tindakan operasi, pasien dibius, bisa bius spinal maupun bius lokal. Setelah lapisan mukosa usus dibuang, bantal anus naik sehingga kembali ke posisi normal. Setelah dibuang, volume bantal anus menjadi lebih kecil dan pembuluh darah yang memberi "makan" wasir berkurang karena dipotong, sehingga wasir mengkerut. Pasalnya, suplai darah ke wasir berkurang.
"Yang dibuang satu lapis mukosa yang bentuknya berupa selaput melingkar. Tidak ada masalah apabila lapisan tersebut dibuang. Harus ada sisa karena untuk menahan buang angin. Bantalan itu untuk menahan, sehingga kalau dibuang semua maka gas akan ke luar secara spontan. Wasir yang tadinya nongol karena ditarik ke atas, bisa masuk ke dalam sehingga di luar bersih, kembali ke awal yang tidak ada wasir," ujar Barlian.


Biaya
Pengobatan dengan stapler harus sesuai dengan indikasi, yakni dilakukan pada wasir derajat tiga. Metode ini tidak cocok untuk wasir derajat satu, dua dan empat. Kalau wasir derajat empat, sebelum dilakukan operasi dengan metode stapler harus terlebih dahulu diterapi baru kemudian dioperasi. Hanya saja, kendala dalam pengobatan dengan metode ini adalah biaya. Harga alat (stapler) Rp 4 juta, belum termasuk jasa dokter, rawat inap dan biaya obat pereda rasa sakit.
Barlian menuturkan, penyebab utama wasir adalah herediter (bawaan). Dalam hal ini jaringan ikat di sekitar dubur tidak kuat atau otot yang longgar. Akibatnya, seseorang yang memiliki faktor bawaan akan semakin mudah terkena wasir (usia menderita wasir lebih muda) dibanding orang yang tidak memiliki faktor bawaan.
Faktor lain adalah buang air besar yang salah. Sering mengedan. Kemudian, wanita hamil cenderung lebih tinggi terkena wasir karena tekanan-tekanan di perut lebih tinggi sehingga aliran darah balik sulit, serta kurang olahraga dan makanan kurang serat.
"Walaupun ada faktor bawaan yang merupakan faktor predisposisi tetapi kalau buang air besarnya lancer, tidak jadi ambeien. Jadi pencegahan tetap berguna, makan makanan berserat agar buang air besar lancar. Kalau hidup di perkotaan, yang semuanya serba terburu-buru, minum kurang dan kurang makanan berse-rat. Pada metode stapler peluang kambuh tidak banyak. Ambeien bisa kambuhan karena kebiasaan buruk tidak hilang, buang air besar mengedan. Orang yang sehat pun bisa begitu. Apalagi yang punya predisposisi karena operasi stapler hanya mengembalikan ke posisi awal," tambah Barlian. (N-4)
Operasi Wasir
Berikut ini saya sampaikan resume dari sejumlah artikel terkait dengan operasi wasir / hemoroid.
                        •           Terdapat 4 stadium Wasir, yaitu  stadium I gejalanya minimal, pendarahan, tidak nyeri, dan tanpa benjolan. Stadium II, muncul benjolan di dubur pada saat buang air besar, dan spontan bisa masuk kembali. Wasir stadium III, benjolan tidak masuk kembali seusai buang air besar dan harus didorong pakai tangan. Stadium IV, penonjolan disertai nyeri dan tidak dapat dimasukkan lagi.Perbedaan tingkatan hemoroid inilah yang kemudian membedakan cara penanganannya. Untuk kasus ringan biasanya cukup
                        dikendalikan dengan minum, makan menu tinggi serat, dan buang hajat secara rutin. Krim mengandung obat kortikosteroid dan bahan anestetik lokal dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri. Namun, kemungkinan munculnya kembali hemoroid masih terbuka lebar.
.                      •           Ada beragam upaya menyembuhkan wasir. Mulai dari minum obat-obatan, suntik, hingga operasi. Sebagai upaya pengobatan terakhir, dokter umumnya melakukan bedah pisau (konvensional, terutama untuk wasir yang sudah parah "merekah").
.                      •           Umumnya yang bisa diobati dengan obat-obatan adalah wasir stadium  I dan II. Tapi kalau terjadi pendarahan, dan tidak mempan diobati, ya dilakukan tindakan lain untuk menghentikan pendarahan itu. Bisa suntikan, mengikat, membakar, atau membekukan. Untuk wasir derajat III dan IV, baru dilakukan tindakan bedah dengan memotong dan membuang jaringan wasir. Karena sudah tidak bisa lagi dengan cara lain. Dalam hal ini ada tiga tindakan bedah yang bisa dilakukan, yakni operasi konvensional (menggunakan pisau dan gunting), bedah dengan laser (sinar laser sebagai alat potongnya), dan bedah stapler (wasir dipotong dan langsung dijepit supaya tidak berdarah).
.                      •           Tindakan bedah yang konvensional untuk wasir seringkali menimbulkan rasa sakit hebat akibat bagian kulit tipis yang meliputi lubang anus terlukai. Bagian yang sangat sensitif tersebut, mempunyai sensor syaraf rasa raba dan rasa sakit yang sangat rapat sebagaimana rasa raba ujung jari tangan yang sangat nyeri apabila terluka. (Alhamdulillah saya sudah merasakan hal ini saat dioperasi wasir di JIH).
.                      •           Salah satu teknik operasi wasir yang modern adalah teknik Hemoroid Stapler dikembangkan di Italia sejak tahun 1993. Di Indonesia sendiri sudah mulai banyak RS yang menyediakan tenaga ahli untuk operasi Stapler ini (sayangnya di JIH belum ada alatnya). Teknik ini tidak membuang jaringan wasir, tapi menghentikan suplai darah (vaskulerasasi) terhadap jaringan wasir. Akibatnya, jaringan wasir akan mengempis sendiri. Rasa nyeri pun sangat berkurang bila dibandingkan dengan operasi biasa. Juga mengurangi waktu perawatan di RS sehingga menghemat biaya. Pasien pun bisa kembali melakukan aktivitas normal.
.                      •           Teknik operasi lain adalah dengan menggunakan Laser. Teknologi laser sebenarnya tidak baru, sudah diterapkan untuk bedah wasir sejak tahun 1985-an. Dalam hal ini, ‘Pisau laser’, selain memotong jaringan wasir, juga ‘mematri’ pembuluh darah sehingga tidak banyak darah keluar. Begitu juga saraf – banyak terdapat di dubur – yang terpotong tidak menyebabkan serabut sarafnya terbuka. Lain kalau dipotong pakai pisau, serabut saraf tidak mengerut, sementara itu selubungnya mengerut, sehingga serabut saraf menjadi terbuka.Hal inilah yang membuat pasien kesakitan setengah mati. Sedangkan dengan bedah laser, serabut saraf dan selubung saraf bisa menempel jadi satu, seperti terpatri. Jadi, serabut saraf tidak terbuka dan terekspos. Dengan demikian tidak akan menimbulkan rasa sakit.
.                      •           Kalau segan atau takut menjalani operasi, penderita bisa pula memilih tindakan non­operasi. Di antaranya, yang cukup modern dan sudah diterima di dunia kedokteran adalah sclerotherapy (penyuntikan cairan iritan). Dengan cara ini pembuluh darah yang membengkak akan mengalami pengkerutan. Atau, dengan metode Transproctoscopie Doppler Ultrasound Haemorrhoidal Artery Ligation (TDUHAL) yang sudah banyak dikembangkan di Australia. Pelaksanaan metode ini cukup sederhana; pasien hanya menjalani tindakan pengikatan pembuluh darah arteri yang mengarah ke pembengkakan ambeien. Ciri khas metode TDUHAL adalah dipergunakannya alat bantu doppler ultrasound beserta perlengkapan pendukungnya. Pada peralatan canggih dan mahal ini terdapat doppler transducer, semacam sensor yang dilengkapi pengeras suara. Dengan bantuan alat ini, dokter bisa mendengarkan suara detak nadi sehingga bisa diketahui arteri mana yang bermasalah. Di depan doppler transducer, terdapat jendela kecil dan lampu. Dari lubang inilah dokter melakukan pengikatan pada arteri bermasalah tadi. Titik pengikatan kira-kira 10 cm dari anus.

Namun, apa pun metoda penyembuhan ambeien yang dipilih, tidak akan berarti bila tidak disertai perubahan pola makan, olahraga, perilaku ke belakang. Peluan munculnya kembali penyakit yang telah disingkirkan tadi cukup erat dengan pola hidup yang dijalani. Dalam pengaturan pola makan, perlu menyertakan sayur-sayuran dan buah-buahan dalam jumlah cukup, serta meningkatkan makanan berserat tinggi. Olahraga dipilih yang memberikan beban ringan pada perut dan anus, seperti berenang. Jenis olahraga macam voli, basket, apalagi angkat besi, perlu dihindari. Saat bekerja, setelah duduk 3 – 4 jam sebaiknya berdiri untuk istirahat sambil berjalan. Lebih bagus lagi melakukan senam berdiri-jongkok, mengoyangkan pinggul, dan tarik-lepas napas. Perilaku buang hajat sebaiknya dilakukan secara teratur. Yang normal, sehari sekali. Diharapkan, dengan pola hidup macam ini tindakan penyembuhan wasir yang dipilih bisa memberi hasil yang baik untuk selamanya.



Hemoroid-Wasir
Kepada Yth Pengasuh mer-c Saya Pria berusia26 tahun berada di Bontang-Kaltim tanggal 22 Februari 2006 saya mengalami operasi Hemoroid. Karena saya kalau capek dan banyak duduk wasir saya kumat maka saya konsul kedokter bahwa ini harus dibedah lalu sayaambil kesimpulanuntuk dibedah. Yang ingin saya tanyakan : Kenapasampai saat ini 02 Maret2006 saya masih mengalami nyeri dan sakit. terlebih kalau malam menjelang tidur itu anussayaseperti ada yang meremas -remas. dan ditekan Saya diberiobatsbb: Asam Mefenamat ,Venaron , Cefadroxil , Duphalac.Adakahobat yang bisa menghilangkan nyeri yang luar biasa ini sehingga tidak mengganggu aktifitas saya(karena saya tanggal 6 udah mulai masuk kantor). Biasanya berapa lama proses penyembuhaninidan nyerinya benar-benarhilangserta bisa duduk normal lagi..! Itu dari sayamohon bantuan sarannya atas dimuator dibalasnyae-mail saya ini saya ucapkan terima kasih
-riza-
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya.
Saudara Rizal yang terhormat, proses penyembuhan luka memerlukan waktu yang lebih lama dari yang Anda harapkan, lebih dari satu minggu, namun bervariasi pada setiap orang. Umumnya, berkisar antara satu sampai tiga bulan. Sementara itu, perlu dilakukan perawatan luka dan pengaturan diet, serta mengatasi nyeri dengan obat anti nyeri. Dokter Anda sudah memberikan obat anti nyeri yang cukup baik (asam mefenamat). Namun bila masih dirasa kurang, Anda bisa meminta dokter Anda untuk memberikan obat anti nyeri yang lebih kuat. Dalam mengatasi nyeri, Anda juga bisa duduk berendam dalam air hangat 2-3 kali sehari, setelah membasuh anus dengan bersih (terutama jika dilakukan setelah buang air besar). Terapi ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri. 
Jika Anda bekerja dalam keadaan duduk, mungkin lebih baik menggunakan bantalan kursi yang dibuat khusus, berbentuk seperti donat (memiliki lubang ditengahnya) agar dapat mengurangi tekanan pada daerah anus. Dengan ini, rasa nyeri juga dapat dikurangi dan Anda dapat bekerja dalam posisi duduk untuk jangka waktu yang lebih panjang. Namun, Anda tetap dianjurkan untuk berdiri/berjalan-jalan sesekali waktu untuk mengistirahatkan daerah bokong dari tekanan saat duduk.
Selain itu, jangan lupakan masalah pengaturan makanan. Usahakan mengkonsumsi lebih banyak serat dan minum lebih banyak sehingga saat buang air tidak sulit ataupun keras.
Walaupun angka kekambuhan wasir pasca operasi kecil, namun bukan tidak mungkin akan berulang (dalam 5 tahun pasca operasi) jika Anda tidak memperhatikan masalah diet serta kebiasaan lainnya.
Semoga informasi ini dapat membantu.



(Dr. Ina Ariani Kirana Masna)
Wasir, dr. Niko dan Pengalaman Saya


Ada pasien yang datang kepada saya tapi wasirnya sudah parah sekali. Katanya dia sudah berobat ke beberapa orang yang membuka praktek alternatif untuk pengobatan wasir tapi tidak sembuh dan malah habis puluhan juta. Saya kasihan melihat pasien-pasien itu,” kata dr. Niko M. Manaf ahli bedah digestif, yang telah menangani ribuan pasien penderita wasir dan menyembuhkannya secara total. Inilah pengalaman saya yang sejak delapan tahun lalu sembuh total dari wasir setelah ditangani oleh dr. Niko.
Oleh Rusdi Mathari
NAMA dr. Niko bagi saya dan istri saya adalah nama yang istimewa dan mungkin seumur hidup tak akan pernah dilupakan. Saya berkenalan dengannya delapan tahun lalu ketika saya harus menjalani “operasi” wasir. Mitos bahwa operasi wasir akan mengakibatkan impotensi sama sekali tak terbukti pada saya dan sebaliknya saya sudah menikmati terbebas dari wasir selama delapan tahun dengan tingkat kesembuhan total.
Saya adalah penderita wasir akut selama 15 tahun lalu sebelum akhirnya dioperasi pada 22 Mei 2000. Suatu hari pada 1985 ketika saya duduk di bangku SMA di Situbondo Jawa Timur, dari lubang anus saya menyembur darah segar atau mengalami pendarahan. Saat itu saya memang sedang BAB. Saya kaget tapi tidak tahu mengapa keluar darah dan apa yang akan saya alami setelah itu, saya juga tak menghiraukan “peringatan” dini itu. Hari-hari setelah itu kemudian hari-hari yang sebagian besar saya jalani dengan penderitaan demi penderitaan: buang air susah dan menyiksa (karena sakit), duduk tak nyaman, tidurpun tak nyenyak. Siksaan itu semakin menjadi ketika setelah lepas kuliah dari Malang saya menekuni dunia wartawan di Jakarta pada 1990.
Belakangan saya tahu, saya menderita wasir atau ambeien alias hemoroid(hemorrhoids). Saya malu dan merahasiakan penyakit itu dari siapa saja. Selama itu pada saat wasir kambuh saya selalu berusaha mengkonsumsi obat-obat penawar. Bermacam-macam, mulai dari yang diminum hingga yang harus dimasukkan ke dalam lubang anus. Aneka jamu juga saya konsumsi selain pada hari-hari tertentu saya juga mendatangi tukang pijat refleksi untuk pengobatan wasir. Hasilnya tentu saja ada.
Misalnya setelah minum obat-obat atau jamu-jamu dan dipijat refleksi, wasir saya tak kambuh lagi. Namun sifatnya hanya sementara. Beberapa hari kemudian setelah itu, wasir saya kembali kumat dan membuat saya kembali merasakan pedih yang sangat dan gatal di sekitar anus, dan tak nyaman beraktivitas. Pernah saya meraung-raung di kamar mandi kantor tempat saya bekerja karena sakit luar biasa saat BAB. Saat saya lihat ke bawah, darah kental berwarna merah pekat keluar bersama kotoran saya.
Pola hidup saya yang tidak doyan olahraga; gemar makan makanan yang pedas; menghabiskan banyak waktu hanya dengan duduk; kurang meminum air putih, sayuran dan buah; dan pada rentang waktu itu suka mengkonsumsi minuman beralkohol; adalah kombinasi lengkap bagi kambuhnya wasir yang saya derita. Penderitaan saya akibat didera wasir akhirnya mencapai puncaknya pada 20 Mei 2000: di rumah saya tidak mampu lagi berjalan dari kamar mandi menuju kamar, usai BAB. Sebagai gantinya saya merangkak. Perlahan karena saya merasa seolah-olah jika ada gesekan sedikit saja akan membuat semuanya semakin parah. Kaki saya tegang, perut saya kembung dan merasakan BAB yang tidak tuntas sementara pikiran saya kalut.
Saya baru menikah selama kira-kira sebulan, pada waktu itu. Istri saya yang menyaksikan saya merangkak dan merintih, lalu menangis. Dia berusaha membopong saya tapi saya terlanjur tak berdaya dan terus merintih. Istri saya yang juga tidak tahu harus berbuat apa juga tak bisa menolong saya hingga kemudian dia berinisiatif mencari majalah Intisari yang pernah dia baca dan memuat tentang penyakit wasir dan penyembuhannya. Saya dan istri saya lupa judul artikel yang dimuat majalah itu tapi kata istri saya, Intisari itu adalah edisi khusus kesehatan. Ketika menulis artikel ini saya mencoba menjelajah internet dan menemukan artikel yang dimaksud berjudul “Menyembuhkan Wasir Tanpa Operasi” dimuat oleh Intisari edisi Februari 1999.
Ada nama seorang dokter yang disebut dalam artikel itu. Dia adalah dr. Niko M. Manaf, ahli bedah digestif dari Rumah Sakit Kartika, Polumas, Jakarta Timur. Disebutkan dalam artikel, dr. Niko berhasil membuat para penderita wasir sembuh total hingga tingkat 80 persen melalui metode suntik (sclerotherapy). Istri saya tak berpikir panjang dan hari itu sekitar pukul 10 pagi dia mencoba menghubungi RS Kartika. Dari keterangan pihak rumah sakit diperoleh keterangan dr. Niko pada hari Sabtu itu memang praktek dari pukul 11-12 siang. Istri saya lalu mencoba meyakinkan pihak rumah sakit agar “menahan” dr. Niko.
Dalam bayangan istri saya hanyalah kekhawatiran: tak bisa menempuh perjalanan dari Ciputat ke Pulomas hanya dalam waktu satu setengah atau dua jam dengan membawa pasien wasir akut dan tak tahu lokasi pasti rumah sakit yang bersangkutan. Kekhawatiran istri saya hampir menjadi kenyataan karena tiba di rumah sakit hanya bertaut kira-kira lima menit sebelum dr. Niko pergi. Saya lalu diperiksa dan inilah kesimpulan dia: pada anus saya sudah terdapat enam atau lebih benjolan berupa polip atau pembengkakan pembuluh darah yang parah dan itu harus segera diambil tindakan. “Anda beristirahat dan kembali ke sini hari Senin untuk operasi,” kata dr. Niko.
Pada Senin 22 Mei 2000, saya akhirnya benar-benar menjalani “operasi pengangkatan” wasir. Semula saya sempat khawatir jika wasir dioperasi, saya akan menjadi impotent seperti yang saya dengar sebelumnya. Namun dr. Niko menyakinkan, “Saya yang menjamin semuanya akan normal bahkan lebih hot.” Tiga hari setelah dirawat, saya diizinkan pulang dengan pesan dr. Niko kepada saya, “Silakan ngeden semaunya, makan apa saja, dan sebentar lagi Anda insyaallah akan punya anak.”
Dokter itu benar, hari-hari setelah itu saya benar-benar merasakan terbebas dari wasir atau yang sering dipelesetkan sebagai penyakit “kutub selatan” hingga sekarang. Empat bulan setelah itu, istri saya hamil.
Pengobatan wasir yang dipraktekkan oleh dr. Niko adalah metode penyuntikan (injeksi). Metode kedotekran ini berdasarkan metode kedoteran Timur dan lebih menjanjikan. Melalui metode yang pertama kali digunakan pada 1993 ini, yang disuntik bukan hanya wasirnya tapi juga otot anusnya. Tujuannya agar otot anus bisa mencengkeram dengan baik dan merata di seluruh bagian (lihat “Menyembuhkan Wasir Tanpa Operasi” majalah Intisari, Februari 1999)
Macam obatnya cukup banyak tergantung tingkat keparahan wasir. Makin parah tingkatan penyakitnya diperlukan kualitas obat wasir yang makin bagus. Dengan obat yang lebih bagus, perbaikan yang terjadi akan lebih baik. Obat ini akan berada di bagian yang disuntikkan sekitar 2 minggu. “Selama dua minggu itu dia memperbaiki struktur otot anus. Dia akan memperbaiki kontraksinya, membentuk aliran darah baru, dan menghilangkan varisesnya. Wasirnya tidak mengkerut melainkan mencair dan diserap tubuh,” jelas dr. Niko.
Diharapkan, dengan sekali tindakan, wasir tidak kambuh lagi. “Seperti dikatakan oleh penemu obat wasir ini, sekali suntik untuk seumur hidup. Mudah-mudahan begitu. Saya sudah menolong ribuan orang, hasilnya kira-kira seperti itu,” ujar dr. Niko. Tingkat kegagalannya diperkirakan cuma 2 persen. “Yang tidak berhasil itu karena tidak mengikuti petunjuk. Umpamanya hari ini disuntik, beberapa jam kemudian pulang ke Bali dengan kereta api,” ungkapnya.