Rabu, 02 Mei 2012

KARAKTERISTIK DAGING & OLAHAN DAGING KELINCI

Ada sebagian masyarakat yang percaya kalau daging kelinci bisa membuat kejantanan pria lebih greng. Kepercayaan seperti itu ada benarnya dan bisa dibuktikan secara ilmiah. berdasarkan hasil penelitian, daging kelinci menandung asam lemak tak jenuh dan kadar proteinnya tinggi, sehingga baik untuk kesehatan.
Menurut Dr.Ir. Sri Martini MSi, pakar kelinci yang juga staf pengajar di Fakultas Peternakan Unpad Bandung, daging kelinci mengandung protein tinggi dan langsung dapat diserap tubuh sehingga menimbulkan energi. Mungkin dari energi yang timbul itulah mitos itu muncul di masyarakat.
Dilihat dari khasiatnya dalam membangkitkan kemampuan pria, daging kelinci tidak terlalu jauh berbeda dengan daging kambing. Namun, daging kambing kandungan proteinnya lebih rendah dibandingkan daging kelinci. Lemak daging kelinci pun lebih sedikit. Tingginya kadar protein dan asam lemak tak jenuh pada daging kelinci baik sekali untuk menjaga ketahanan jaringan tubuh, membentuk sel-sel, dan meningkatkan kecerdasan otak. daging kelinci sangat baik dikonsumsi anak-anak yang berada pada fase pertumbuhan, khususnya balita.
Daging kelinci berserat halus, rasanya lezat. Kandungan airnya sedikit lebih tinggi (67,6%) dibandingkan daging ayam. Kandungan lemaknya 75 gr/kg yang sebagian besar dalam bentuk lemak tak jenuh. Kandungan kolesterolnya 1,39 mg/kg. Kandungan Natriumnya hanya 399 mg/kg. 
Warna daging kelinci putih seperti daging ayam, hanya sedikit mengandung tulang dan lemak. Kalau daging ruminansia banyak mengandung kolesterol, sebaliknya daging kelici termasuk rendah kolesterol. Kolesterol adalah zat kimia yang tergolong dalam kelompok komponen organik yang dikenal sebagai lipid. Lipid meliputi lemak, kolesterol, sterol serta zat-zat yang menyerupai lemak yang tak larut dalam air dan larut dalam ether dan solvant organik lainnya.
Daging kelinci empuk dan mudah dicerna, terutama yang berasal dari kelinci muda. daging kelinci sangat baik dikonsumsi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, terlebih yang lemah perut. Daging kelinci segar tahan 4-6 bulan disimpan dalam freezer, sementara daging yang telah dimasak akan tahan selama dua bulan. Penyimpanan dalam kulkas sebaiknya jangn lebih dari 16 jam.
Bagi yang mengembangkan kelinci lokal untuk pedaging, tidak masalah sebab sekarang ini permintaan kelinci lokal dari restauran-restauran cukup tinggi terutama untuk sate kelinci.



Sate Kelinci
Daging kelinci yang rasanya gurih itu pun belakangan diolah menjadi berbagai jenis masakan. Mulai dari masakan tradisional macam rawon dan gulai. Masakan internasional juga ada, seperti kelinci goreng tepung (mirip fried chicken), kelinci BBQ (barbeque) alias kelinci panggang, dan burger daging kelinci. Kecuali bisa diolah menjadi aneka hidangan yang mengundang selera, daging kelinci pun lebih unggul ketimbang daging ayam, sapi, atau domba. Daging kelinci memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, sementara lemak dan kolesterolnya jauh lebih rendah. Tak heran, peminat daging kelinci terus meningkat, padahal pasokannya masih jauh dari cukup. Dagingnya Empuk dan Manis DAGING sate kelinci biasanya diambil dari kelinci siap potong yang berusia antara 4-6 bulan. Dipilihnya kelinci usia itu, karena rasa dagingnya empuk dan manis. Biasanya dari satu kelinci yang gemuk dapat diperoleh 60-90 tusuk sate. Sementara sisanya yang berupa potongan daging dan tulang-tulangnya biasanya dijadikan bahan gulai. Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang bercampur irisan bawang dan kecap manis, plus jeruk nipis. Di Warung Bedjo satu porsi sate kelinci yang terdiri dari 10 tusuk dihargai Rp. 9.000 sudah termasuk nasi atau lontong siap santap.
Aneka Olahan Daging Kelinci
Kelinci adalah salah satu hewan terlucu di muka bumi. Sifatnya yang jinak dengan bulu halus membuat banyak orang tertarik padanya. Tak heran, bila kelinci banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan atau hewan hias. Belakangan, kelinci juga dibudidayakan untuk sajian menu makanan. Karena, daging kelinci rasanya lebih gurih dan halus dibanding daging ayam atau kambing. Kadar kolesterol dan natriumnya rendah, sehingga baik untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan. Berikut ini beberapa jenis menu dari bahan daging kelinci. Dendeng kelinci Bahan :
 1. 1 kg daging kelinci disayat tipis
  2. 20 gr bawang putih
  3. 20 gr ketumbar
 4. Asem secukupnya
5. 60 gr gula jawa
6. Garam secukupnya Cara membuat :

Semua bumbu terlebih dulu digiling halus. Kemudian dilumurkan atau dicampur dengan daging yang telah disayat tipis. Setelah itu, diamkan selama satu malam. Esoknya daging digantung dan dijemur di bawah sinar matahari sampai berwarna kecoklatan. Setelah itu dendeng siap digoreng. Bakso kelinci Bahan :
 1. 250 gr daging kelinci segar
 2. 75 gr es batu
3. 8 gr garam dapur
4. Penyedap rasa secukupnya
 5. 0,5 gr mrica
6. 25 gr tepung tapioka
 7. 0,75 gr STP (sodium tripoly pospat). Cara membuat : Buang lemak dan jaringan ikat (urat) yang menempel pada daging kelinci, kemudian tambahkan garam dan es yang telah dihaluskan selama satu menis. Masukkan tepung tapioka, mrica ke dalam adonan daging, kemudian putar selama satu menit. Adonan yang telah lengket didiamkan selama 30 menit sampai 1 jam (kalau bisa simpan di lemari es) Rebus air dalam panci sampai mendidih, setelah itu kecilkan api atau matikan. Siapkan adonan dan bentuk menjadi bulatan sesuai selera, masukkan ke dalam panci yang berisi air panas. Bulatan bakso akan mengembang dan berubah warna menjadi coklat keabuan, kemudian rebus lagi selama 10-15 menit. Tiriskan dan bakso siap untuk dimakan atau diolah menjadi berbagai jenis menu makanan atau disimpan. Nugget kelinci Bahan :

1.                   1. 1 kg daging kelinci
2.                   2. 35 gr susu krim
3.                   3. 20 gr bawang putih
4.                   4. 10 gr lada
5.                   5. 15 gr gula
6.                   6. 1 gr MSG (monosodium glutamate)
7.                   7. 25 gr meizena
8.                   8. 1 kg minyak goreng
9.                   9. 75 gr es batu
10. Garam dan penyedap rasa secukupnya Cara membuat : Daging digiling hingga halus, kemudian campurkan dengan 25 gr meizena, 35 gr susu krim, 75 gr es batu, 20 gr bawang putih, 10 gr lada dan 1 gr MSG. Adonan dicetak dalam lembaran plastik dan dimasukkan ke dalam lemari es selama 30 menit. Setelah itu adonan dipotong-potong dan dicelupkan dalam perekat tepung yang terbuat dari campuran 80 gr meizena, 2 gr bawang putih, 1 gr lada, 1 gr garam, dan 300 ml air. Setelah itu nugget dilumuri dengan tepung roti dan dilakukan penggorengan awal (digoreng setengah matang). Kemas nugget dalam vakum dan simpan pada suhu rendah. Jika akan dimakan nuget digoreng selama empat menit.

1 komentar: