Senin, 21 Mei 2012

Sanseviera Langka 30 Jutaan : Bolpho Pyllom (Syaichul Anam, Sidiarjo)



Sanseviera atau biasa disebut lidah mertua ini bagi penggemar tanaman hias masih diminati. Wajar, karena bentuknya yang sensual dan khas. Belum lagi khasiatnya yang baik untuk kese hatan, yaitu sebagai penyerap antioksidan.
Sebagai tanaman gurun, sansevieria memiliki bentuk yang terbilang miniÂmalis. Tanpa banyak variasi, tanpa batang, dengan daun berstruktur keras. Karena bentuk yang tak biasa inilah, hati kolektor biasanya mulai kesengsem dengan tanaman yang sering digunakan anak kecil untuk mainan 'pedang-pedangan' ini.

Bentuknya yang unik, serta khasiatnya yang baik untuk menyerap radikal bebas. sanseÂvieria juga dikenal memiliki serat yang kuat. Beberapa negara sudah mengembangkan industri tekstilnya dengan berbahan dasar tanaman ini.
Selain sebagai bahan dasar produk tekstil, di Amerika, sansevieria akrab dengan tentara. Serat sansevieria yang kuat sering dimanfaatkan oleh tentara untuk menarik tank yang terjebak di lautan pasir. 
Menurut literatur yang pemah saya baca, tanaman ini sering dirangkai dan menjadi tali. Rangkaian sansevieria ini konon sangat kuat, bahkan bila dibandingkan dengan tali tambang sekalipun, kata Syaichul Anam, Kolektor yang juga pemilik Gallery Black Gold Sansevieria Collection di Sidoarjo, Jatim. 
Sebagai distributor sekaligus kolektor tanaaman hias, Syaichul juga memiliki jenis sanÂsevieria andalan. Sansevieria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis ini adalah salah satu jenis sansevieria silinÂdris langka yang biasa hidup di gurun pasir. 

la mendapatkan sansevieria langka ini dari teman sesama kolektor sekitar tahun 2006 lalu. Begitu melihatnya, Syaichul langsung tertarik dengan tanaman ini. Meski tak mau menyebut berapa harga yang dikeluarkan pada saat itu, pria kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1963, ini mengaku kagum dengan tanaman ini, karena bentuknya yang sudah bercabang tiga. Tak sia-sia, salah satu koleksi sansevieria langka yang kini berusia 10 tahun ini pun pernah juga dikagumi oleh kolektor yang lain. 
Pada setiap pameran saya selalu membawa tanaman ini. Dan sesekali orang bertanya untuk dapat membeÂlinya. Sampai sekarang, nilai yang perÂnah diajukan pernah mencapai sekitar Rp 30 juta, terang Syaichul.
 Mengingat langka dan keunikan Bolpho Pyllom miliknya, Syaichul pun berusaha untuk memperbanyak dan membudiÂdayakan koleksinya ini. Berbagai cara pun ia lakukan demi mendapat bibit tanaman ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar