Jumat, 18 Mei 2012

My Sanseviera : Lidah Mertua...

Mei 2011, KPR Tebing Tinggi H2/34

Pernah mendengar nama tanaman lidah mertua? 
Spesis ini mempunyai daun yang panjang dan runcing.terdapat dua jenis Sanseivera yang lazim ditemui.Satu jenis berdaun kelabu berbelang hijau tua dan satu lagi berdaun kelabu kekunungan dan berbelang hijau tua.jenis kedua ini juga mempunyai jalur kuning di sekeliling tepi bunganya.Bunganya berwarna putih,berjambak dengan tangkai yang panjang dan tegak.Sanseivera merupakan tumbuhan hiasan yang mudah di tanam dan mudah hidup.Ia boleh tumbuh dengan baik di atas tanah dan di dalam pasu.Benihnya boleh didapati melalui belahan pokok,pemisahan anak,daun atau keratan daun.Oleh itu Sanseivera mudah didapati terutama ditanam sebagai pokok hiasan 
 Tanaman yang juga disebut tanaman ular alias sansevieria ini sebenarnya tidak terlalu istimewa bagi masyarakat. Lihat saja sekeliling, tumbuhan ini ada di pekarangan, di pinggir jalan, di taman kota, atau di taman-taman gedung perkantoran.
Tapi, siapa nyana tanaman yang masih satu keluarga dengan kaktus ini mulai diburu banyak orang. Mulai tahun 2000 hingga 2002, permintaan akan lidah mertua menjulur begitu pesat dan mencapai juluran terpanjang tahun 2004, dan terus menjulur hingga kini.

Antipolusi dan antiradiasi
Maraknya permintaan akan tanaman ini bukan cuma membuat banyak pemain lokal yang ikut membudidayakannya. Bahkan, tak sedikit orang asing yang terjun langsung dan membeli dari petanipetani untuk diekspor.
Lantaran tingginya permintaan, harganya tentu saja ikut membubung. Lidah mertua biasanya dijual dalam pot plastik hitam kecil, dan harganya dihitung per helai daun. Satu pot sering cuma terdiri dari tiga hingga lima helai daun. Dua tahun silam harganya masih sekitar Rp 500 -Rp 700 per daun. Sekarang harganya sekitar Rp 1.500- Rp 4.000 per daun, tergantung jenis dan ketinggian daunnya.
Kalau tanaman Anda tergolong memiliki kelainan atau jenis yang langka, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per pohon. "Kalau yang kelainan itu mahal, bisa 1.000 kali dari harga normal. Misal kuning semua, hijau semua, atau berkelokkelok,". Untuk sansevieria berbentuk mawar atau sansevieria trifasciata futura, harga per daunnya bisa mencapai US$ 30.
Tanaman sansevieria ini punya penggemar di berbagai masyarakat dunia, mulai dari Jepang, Taiwan, Korea, hingga di Eropa dan Amerika. Ada yang bilang, tanaman ini dapat menyerap polusi di sekitarnya, sehingga banyak orang yang meletakkannya di dalam rumah atau menanam di halaman. Ada juga yang percaya tanaman ini bisa dijadikan obat diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Bahkan, sebagian masyarakat Korea percaya tanaman ini dapat menghilangkan berbagai radiasi, sehingga mereka memburunya hingga ke seantero jagat. Bangsa China pun percaya tanaman ini membawa keberuntungan bagi yang memeliharanya. Di Thailand, ekstrak sanseivieria kabarnya sudah dikembangkan menjadi obat kanker dengan harga mencapai Rp 700.000 per kapsul.
Lepas dari berbagai kepercayaan tersebut, belum ada riset ilmiah yang bisa membuktikannya. Satu yang pasti, sansevieria sangat mudah hidup di mana saja, di tempat yang banyak polusi udara yang membuat tanaman lain mati, di tempat yang miskin cahaya. Lidah mertua juga tak butuh banyak air. Dia cuma butuh 26 mililiter per tanaman per minggu. Di ruangan, setengah bulan enggak disiram enggak soal. Makanya di luar negeri itu laku banget, karena bisa ditaruh di dalam ruangan dalam waktu lama.Hanya, patut diingat, permintaan dari luar negeri, terutama Eropa dan Amerika, juga ada siklusnya. Di musim dingin seperti sekarang biasanya permintaan turun dan baru naik lagi saat musim semi, lalu mencapai puncaknya di musim panas.
Satu Tanaman Bermacam Nama
Nama sansevieria mungkin masih asing terdengar di kuping masyarakat awam. Di Indonesia tanaman ini lebih dikenal dengan nama tanaman ular atau lidah mertua (mother-in-law's tongue).
Tanaman tropis ini memang memiliki banyak nama. Di antaranya century plant, lucky plant, snakeskin plant, good luck plant, dan african devil's. Setiap negara juga memiliki nama berbeda. Di Jerman, tanaman ini disebut bogenhanf, di Prancis chanvre d'arique, dan di China disebut pak lan, sweet mei lan, atau juga ylang ylang. Tanaman ini telah lama populer di China dan menjadi tanaman hias di dalam ruangan, bahkan sering ditempatkan di vihara-vihara. Pertumbuhan sansevieria yang simetris, menurut bangsa China, menunjukkan keserasian yang tergambar sebagaimana yin dan yang.
Rupa Ragam Lidah Mertua
Sansevieria memiliki banyak varian dengan harga berbeda-beda. Selain faktor jenis tanaman yang langka, tingginya harga si lidah mertua ini juga lantaran tren. Misalnya, tahun ini yang sedang tren adalah jenis sansevieria trifasciata lorentii, yaitu berwarna hijau dengan pinggiran kuning. Harga sansevieria jenis ini per daun setinggi 40 cm sekitar Rp 1.500, sehingga harga per tanaman yang terdiri dari tiga-empat daun adalah Rp 4.500-Rp 6.000.

Beberapa yang terkenal, adalah:
1. Sansevieria trifasciata
Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Ujung daun meruncing, tapi tidak berduri. Pada malam hari biasanya mengeluarkan aroma harum. Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengahtengah roset yang berdiri lempang ke atas. Awalnya, pertumbuhan tampak seperti lidi. Jenis trifasciata yang telah disilang menghasilkan varietas baru, antara lain:  ~ Sansevieria trifasciata golden hahnii
Penampilan fisiknya hampir sama dengan hahnii. Bedanya ada pada warna daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada bagian tepi daun. ~ Sansevieria trifasciata lorentii
Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40 cm-100 cm. Pinggir daun berwarna kuning dan tampak tegas, sedang di bagian tengahnya ada warna kuning yang menyebar tidak beraturan. Jumlah daunnya bisa mencapai lebih dari 10 helai dan pertumbuhannya paling cepat dibandingkan jenis lainnya. ~ Sansevieria trifasciata bantel's sensation atau white sansevieria Daunnya tumbuh merapat dan tegak lurus. Antarhelai daun saling bertumpuk simetris dengan warna dasar putih, bercorak hijau, dan tepi daun warna hijaunya lebih tegas. Pertumbuhannya paling lambat dibandingkan dengan jenis lain. ~ Sansevieria trifasciata futura Ciri-cirinya mirip dengan lorentii, tapi daunnya lebih lebar dan lebih pendek. Corak dan warna daunnya juga lebih jelas. Selain itu, bentuknya menyerupai kelopak bunga mawar.
2. Sansevieria liberica
Boleh dibilang, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-putih, namun warna putih lebih menonjol.
3. Sansevieria cylindrica 
Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-alur hitam keabuabuan bercampur hijau muda.


Jenis yang lain ?
Akan di jelaskan pada tulisan  lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar